Bang Haji Rhoma, Ayo Move On!



Politik jika sudah manunggal dengan media, maka orang sebaik apapun punya kemungkinan besar untuk hancur lebur, bahkan dalam keadaan hancur ia disirep, dibikin nggak sadar kalau dirinya sudah hancur.

Rhoma

Lagu-lagu Rhoma menjadi semacam kenangan kolektif bagi banyak keluarga Indonesia, menjadi lagu-lagu premier di setiap pertunjukan musik di desa dan kota. Orang-orang yang sama sekali asing bisa menjadi akrab kalau sama-sama mendengar lagu Rhoma di jalanan, di kampung, di kantor, di bis, di terminal, atau di manapun. Coba kau cari musisi dangdut sebesar Rhoma Irama di antara triliunan orang yang pernah menghuni bumi, niscaya nggak akan ada. Rhoma bukan hanya raja dangdut, tapi adalah dewa dangdut dan jenius musik. “Oma is gifted” dan dunia internasional sudah mengakui itu.

Dan karena aku adalah fans berat Rhoma Irama, maka aku sejak awal tidak pernah mendukung langkahnya di dunia politik. Aku tahu Rhoma cuma diperalat, dibodohi, dan akhirnya ia dijadikan bahan ledekan di mana-mana.

Rhoma terlalu besar untuk masuk ke dunia politik yang rata-rata dihuni orang-orang oportunis dan hipokrit. Aku yakin banyak penggemar setia Rhoma sangat merindukan lagu-lagu Rhoma ketimbang pencapresannya. Sejak masuk dunia politik, Rhoma cenderung agitatif dan kerap mengusung isu-isu SARA yang berat. Rhoma benar-benar dihancurkan.

Sekarang setelah semua berlalu, Tuhan ngasi tau Bang Haji kalau politik itu terlalu rendah dibanding kiprahnya di dunia kesenian dan dakwah. Ini adalah momen tepat buat Bang haji untuk move on, keluar dan say good bye selama-lamanya pada politik. Keluarlah, ambil gitar tuamu, panggil Ani, sapa penggemarmu, dan mari bernyanyi lagi ♩ ♪ ♫ ♬ (Ivan Setiawan)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Bang Haji Rhoma, Ayo Move On!"

Posting Komentar