Berapa Kali Frekuensi Cuti Sebaiknya Diambil?



Cuti pekerjaan memang diperlukan untuk merenggangkan ketegangan selama bekerja. Dan hal ini juga diperbolehkan dalam undang-undang ketanaga kerjaan. Sekurang-kurangnya 12 kali dalam setahun pekerja diperbolehkan mengambil cuti kerja.

Berapa seharusnya cuti pekerjaan

Tapi meskipun diperbolehkan, bukan berarti kita bisa seenaknya dalam menentukan frekuensi atau jeda waktu antar cuti. Jangan sampai anda mengajukan cuti beberapa kali dalam sebulan. Ini tentunya akan mengakibatkan profile anda tidak bagus dimata perusahaan.

Terus berapa sering sebaiknya cuti diambil?
Menurut Kepala Departemen HRD Trans TV Widyastuti Kurniasih seperti diberitakan oleh Wolipop.com, sebaiknya cuti diambil dua kali atau tiga kali setiap tahunnya.

Bagaimana? Apakah anda termasuk pekerja dengan frekuensi yang terlalu sering? Cobalah pikirkan lagi apakah memang cara cuti anda bagus dimata anda dan dimata perusahaan? Karena meskipun cuti dapat meningkatkan produktifitas pekerjaan, tapi perlu dipikirkan lagi kalau masih ada sistem kerja yang dapat terganggu karena cuti Anda.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Berapa Kali Frekuensi Cuti Sebaiknya Diambil?"

Posting Komentar