Menghadapi Calon Mertua Tukang Sindir



Q- Pak, calon mertua saya (ibu tunangan saya) berkali-kali bikin status di BBM yang isinya menyentil sikap saya yang kurang total dalam mengakrabi keluarga mereka. Semula saya abaikan tulisan itu, tapi karena topiknya selalu diulang-ulang di statusnya, saya beranikan diri bertanya kepada tunangan, dan akhirnya dia mengakui status itu memang ditujukan kepada saya. Camer itu menilai saya masih canggung dan setengah hati, padahal saya secara rutin sudah menyapa dan meningkatkan frekuensi bertelepon dan sebagainya. Saya harus bagaimana ini pak?

mertua tukang sindir

A- Sungguh ajaib calon mertua anda ini. Kalau memang dia merasa dirinya orangtua yang punya otoritas dan wibawa, kenapa mesti main sindir? Kepada calon mantu mestinya dia bisa bicara straight to the point, bukan dengan melempar bola panas ke ruang publik. Sungguh repot jadi mantunya, sebab sampeyan harus menginterview banyak orang demi mendapat konfirmasi dan penegasan tentang maksud dan arah komunikasi ibu mertua. Kalau pola komunikasi ini dibiarkan, suatu saat nanti dia akan melempar isu-isu panas ke BBM atau media sosial lainnya jika ada kelakuanmu yang tidak menyenangkan. Akibatnya bisa ditebak: masalah internal keluargamu berubah jadi opera sabun atau panggung ludrukan dan disaksikan banyak orang.

Apa yang musti sampeyan lakukan? Hmm, ini peluang, jadi tolong manfaatkan semaksimal mungkin. Dengar: ibu calon mertua itu orangnya pengecut dan tidak berani berhadapan frontal dengan sampeyan. Kalau sampeyan ikut-ikutan mbulet dan menanyakan apa maksud hatinya kepada orang lain, maka situasinya bakal makin runyam. Coba sempatkan diri menemui dia, bermanis-manis padanya, akrabi dia, bikin dia senang, lalu pada momen yang tepat, tembak dia: beritahu padanya agar bicara langsung pada sampeyan kalau ada hal yang bikin hatinya kurang berkenan. Jangan diam saja.

Tunjukkan bahwa kau perempuan intelektual yang bisa diajak bicara, paham ttg psikolonguistik, pragmatik, sosiolionguistik dan bisa menganalisa wacana. Cara berkomunikasi ibunda tunangan anda itu sungguh merepotkan dan merusak wibawanya sendiri.(Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menghadapi Calon Mertua Tukang Sindir"

Posting Komentar