Menghadapi Kawan yang Iri dan Dengki



Saya tidak akan repot-repot memposting masalah ini seandainya si pengirim pesan bukan mahasiswi pasca sarjana. Pertanyaan yang dia kirimkan seakan menegaskan bahwa mahluk psikopat atau mengong memang ada di segmen pergaulan mana saja, tidak terkecuali di kalangan mahasiswa pasca sarjana.

Orang Iri

Q - Sir.. bagaimana menghadapi cewek satu kelas yang sangat iri dengki dan ambisius sampai ngata-ngatain di belakang kita dan selalu berusaha menjatuhkan kita?

A - Kita ambil tiga kata kunci dulu: (1) dengki, (2) ambisius, (3) pengecut, sebab beraninya main batu sembunyi tangan, that bitch badmouths you behind your back.

Berurusan dengan mahluk dengki alias envious sebetulnya menyenangkan. Dia jadi begitu sebab dia menderita kekurangan yang akut. Ada sesuatu pada dirimu yang membakar hatinya sebab pikiran sadarnya paham betul keistimewaanmu itu tidak dia miliki, sedangkan dia setengah mati menginginkan itu. Tindakan logisnya bisa ditebak: membidik kelemahanmu, menggunjing tentang dirimu, bergerilya menggalang dukungan untuk menjatuhkan popularitasmu. Kalau sampeyan tanggapi secara reaktif, emosional dan terbuka, sampeyan langsung kalah, sebab sampeyan ikut irama permainan dia yang norak dan murahan.

Setelah kau senyum-senyum bangga sebab mengerti orang sinting itu sangat iri pada superioritasmu (you cantik, anggun, pinter, kalem--saya paham betul karaktermu, waktu kuliah dulu banyak yang naksir dirimu, dari yang paling waras sampai yang paling mengong berebut perhatianmu). Sebelum menyusun serangan balik, pikir dulu dengan seksama, mahluk bersel satu itu pengin menyaingimu dalam bidang apa? Dalam bidang fashion? Kecantikan? Rebutan pejantan? Atau di bilang akademik?

Kalau dia iri pada kecantikanmu sedangkan orang itu jelas-jelas belang, pesek njemblek, jerawatan, monyong, udelnya bodong, rambutnya ketombean dan sebagainya, cukuplah kau tertawa dan tampil makin anggun dan kalem. Sampai kapanpun dia tak akan mengalahkanmu. Kalau dia iri karena kecerdasanmu, please don't change anything because that person will remain idiotic for the rest of her miserable life. Carilah terus kira-kira medan persaingan apa yang membuat dia gemas ingin menjatuhkanmu. Kalau sudah ketemu penyebabnya dan kau sadar bahwa dia tak akan bisa mengalahkanmu, take is easy. Anggap saja dia orang gila. Sampai kapanpun dia akan blingsatan mencari celah kelemahanmu.

Fakta bahwa dia suka kasak-kusuk menunjukkan bahwa dia seorang coward alias pengecut. Tak usah buang-buang tenaga menghadapi dia secara terbuka, tiwas ngisin-isini. Cari momen yang tepat ketika keadaan sepi, datangi dia. Dengan tenang tanpa emosi tanya dia: "Kamu mau cari masalah dengan saya? Mau bersaing dengan saya? Saingan dalam urusan apa? Saya tidak punya waktu untuk manusia seperti kamu. Kalah atau memang melawan kamu tidak ada pengaruhnya bagi hidupku. Kalau saya punya salah padamu cepat katakan, tapi kalau saya tidak pernah menyalahi kamu, jangan cari-cari persoalan, sebab saya tidak akan pernah takut pada kamu." Saya yakin nyali dia pasti rontok pada gertakan pertama. (Arif Subiyanto)


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menghadapi Kawan yang Iri dan Dengki"

Posting Komentar