Setelah Menyatakan Perasaan, Si Dia Kok Berubah Sikap?



Q - Sejak saya berterus-terang menyampaikan perasaan saya kepadanya, perangai cewek itu berubah, pak. Oh iya, dia tidak menolak atau mengiyakan 'deklarasi' saya.

Dia hanya diam, tapi masih mau menemui saya setiap kali saya datang. Tapi sikapnya itu ampun deh pak. Dia sekarang ketus, sering mengatur-atur saya, dan sikapnya sama sekali tidak manis seperti waktu kami berteman biasa. Dia juga sering menghindari tatapan saya pak. Apa yang salah dengan semua ini ya pak?

Dia Marah

A - Kemungkinan besar dia menerima sampeyan mas. Perempuan dewasa yang menolak cinta sampeyan tidak perlu bilang 'tidak.' Dia bahkan tidak akan mengubah sikapnya yang manis. Sikapnya yang berubah ketus dan cenderung mengatur itu justru jadi indikasi kalau dia menerima anda, tapi 'ada syaratnya.' Syaratnya, kemungkinan besar, ya itu tadi: sampeyan ikut aturan dia, jadi cowok yang patuh dengan aturan mainnya, dan sebagainya. Dia kerap menghindari kontak mata? Sebab dia malu dan kuatir sampeyan menemukan jiwanya yang mulai berubah lembut kepada sampeyan.

Biasalah, perempuan suka bersikap demikian. Dia tak lagi manis? Tentu saja, sebab sampeyan sudah merusak ketenangan hidupnya. Sekarang dia musti memikirkan sampeyan, bermain strategi mempertebal gengsi, menutupi perasaan hatinya yang paling dalam, kenyataan bahwa dirinya sekarang kerepotan menghadapi ulah dan kenakalan sampeyan. Bagaimana dia bisa bersikap manis seperti dulu? Sekarang sudah kepalang basah. Sampeyan harus mau dia atur-atur, harus mau dia galaki, harus mau dia kasih muka masam.

Butuh waktu sangat lama untuk mendapat senyum manis dan sikapnya yang tulus. Dia belajar mempercayai sampeyan, belajar mengimbangi kemesraan sampeyan tanpa harus mempertaruhkan harga dirinya, belajar segala-galanya. Bersabarlah. Sabar itu berat, tapi buahnya hebat. (Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Setelah Menyatakan Perasaan, Si Dia Kok Berubah Sikap?"

Posting Komentar