Terapi Unik dengan Peti Mati, Berani?



Makin beragam saja terapi di dunia ini, diantara dari ragam terapi yang bermacam-macam salah satunya yang sedang marak di Tiongkok dan Ukraina yakni terapi peti mati, dimana pasien akan berbaring pada sebuah peti mati yang telah disediakan terapis.

Terapi unik peti mati
Metode terapi peti mati (foto: Rocketnews24 )

Kegunaan dari terapi peti mati adalah untuk mengurangi stress, walaupun terapi ini tergolong tidak masuk akal untuk mengobati penyakit pasien, tapi nyatanya banyak pasien yang merasakan manfaat dari terapi unik ini.

Tidak kurang dari 1000 warga Tiongkok yang telah merasakan manfaat positif setelah menjalani terapi peti jenazah ini, banyak yang mengatakan kejiwaan mereka, depresi dan stress mereka berkurang seperti di beritakan oleh Shenyang Suns Evening News dan dikutip Rocketnews24.

Untuk melakukan terapi ini, pasien akan diantar ke ruangan khusus dengan luas 5 meter persegi yang didalam kamar tersebut telah tersedia peti jenazah. Sebelum pasien masuk ke dalam, terapis meminta pasien untuk menuliskan pesan terakhir. Kemudian pasien berbaring dan ditutupi dengan kain putih.

Untuk mendatangkan suasana semirip mungkin dengan kematian, pihak terapis juga akan memutarkan musik pengiring prosesi kematian.

Lama terapis hanya 5 menit, setelah proses selesai pihak terapis akan membangunkan pasien dengan diiringi lagu yang ceria. Menandakan kehidupan baru telah lahir kembali setelah kematian.

Terapi Peti Mati Terkenal Juga di Ukraina
Selain di Tiongkok, terapi unik peti jenazah ini juga marak di negara Ukraina, hanya saja perbedaan dengan di Tiongkok adalah pasien diberi kebebasan apakah mereka akan berbaring dalam peti mati yang tertutup atau terbuka.

Terapi unik peti jenazah Terapi peti mati di Ukraina (foto: Huffington Post)
Kalau di Indonesia mungkin terapi ini bisa dipergunakan untuk terapi para anggota dewan agar bekerja baik dan ingat mati :) Mungkin bisa mengurangi tingkat korupsi!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Terapi Unik dengan Peti Mati, Berani?"

Posting Komentar