Ternyata Pesawat Terbang Sumber Bakteri



Anda sering bepergian dengan pesawat terbang? Percaya kalau didalam pesawat terbang kelas VIP anda bersih dari bakteri sumber penyakit? Coba pikirkan lagi setelah Anda membaca hasil penelitian dari Kiril Vaglenov dan timnya.

Bakteri dalam pesawat terbang Penelitian terbaru, bakteri dalam pesawat terbang bisa bertahan lama, yakni selama 3 hari. Ini memungkinkan bakterii bisa ditularkan oleh penumpang sebelum kita (Foto: Emirates)[/caption]

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kiril Vaglenov, ternyata didalam pesawat banyak bersarang bakteri yang tidak tanggung-tanggung, mereka bisa bertahan hidup selama 3 hari.

Tempat paling banyak bakteri terdapat pada kabin pesawat, terutama meja, kantong kursi, kursi penumpang. Juga pada lavatories

Darimana Bakteri Berasal?
Bakteri dalam pesawat bisa dibawa oleh penumpang disekitar anda. Juga karena bakteri ini bisa bertahan selama tiga hari, sangat memungkinkan bakteri ini dibawa oleh penumpang sebelum Anda.

tahukah Anda? Kalau ternyata kita setiap jamnya akan kehilangan 30.000 sampai 40.000 sel kulit. Dan kulit kita dipenuhi oleh banyak bakteri, meskipun kadarnya tidak banyak.

Bagimana penelitian dilakukan?
Hal pertama yang dilakukan Kiril Vaglenov dan timnya adalah dengan mensterilkan benda-benda yang biasanya ada di kabin, mulai dari pegangan pintu toilet sampai dengan kursi duduk penumpang. Tidak tanggung-tanggung benda-benda yang disterilkan juga di sinari dengan radiasi gamma.

Setelah steril, mereka kemudian menginfeksi benda-benda tadi dengan berbagai macam bakteri dari E.coli 0157 (bakteri ini yang biasanya menyebabkan diare) sampai MRSA atau Methicillin Resistant Stahylococcus Aureus (satu sampai dua persen orang Amerika membawa bakteri yang kebal terhadap obat ini).

Dan berikut hasilnya:

  • Bakteri E.Coli banyak ditemukan pada sandaran tangan yang terbuat dari kulit. Lama hidup bakteri ini dalam uji coba bisa sampai dengan 96 jam.

  • Bakteri MRSA bertahan paling lama, yaitu 168 jam. Bakteri ini ditemukan pada kantong kursi.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Kiril Vaglenov ini juga menyimpulkan, bahwa bakteri akan lebih lama bertahan hidup pada permukaan yang lebih berpori, tapi resiko terinfenksi lebih sedikit. Dan sebaliknya, permukaan yang tidak berpori alias licin akan menjadikan bakteri cepat mati, tapi juga akan cepat menginfeksi pada manusia.

Pihak Maskapai yang baik biasanya akan melakukan disinfektan pada tempat-tempat yang sering disentuh penumpang, sayangnya dalam penelitian ini tidak dilakukan uji coba apakah bakteri tersebut akan mati oleh pada saat pihak Maskapai melakukan disinfektan.

Bagaimana Seharusnya Kita Sebagai Penumpang?
Tidak usah takut berlabihan, apalagi sampai Panaroid terhadap pesawat terbang gara-gara penelitian ini.
Kita sebagai penumpang bisa melakukan pencegahan, misalnya dengan mencuci tangan sebelum menyentuh makanan dan tentunya menjaga kebersihan.

Menjaga kebersihan, pola hidup sehat seharusnya dilakukan dimana saja. jika hal ini kita lakukan, kita bisa meminimalisir datangnya penyakit ke tubuh kita. (source: NationalGeographic, healthland.times.com, Kompas)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ternyata Pesawat Terbang Sumber Bakteri"

Posting Komentar