Apakah Makna Sesungguhnya dari Kata Bijaksana?



Orang suka mengada-ada, ndakik-ndakik, dan bombastis kalau sudah menyikapi kata 'bijaksana.' Mereka pikir manusia bijak itu pasti punya segunung jawaban bagi nestapa dunia: capres yang bijaksana adalah yang punya resep mak nyus untuk mengobati negeri yang babak belur ini... Lelaki yang bijaksana adalah yang bisa mendamaikan gejolak syahwatnya dengan siklus haid sang istri... Perempuan bijaksana adalah dia yang mahfum dan bisa menerima bahwa 'basic instinct' tiap lelaki adalah berpoligami... Semua itu bukan bijaksana, bukan bijaksitu, bukan pula bijaksini.

menjadi bijak

Bijaksana artinya punya kemampuan mengambil keputusan yang tepat pada situasi yang kurang mengenakkan. Kejelian meminimalisir korban kegoblokan, kepiawaian mengurangi rasa malu saat kita jatuh ke comberan. Orang suka hiperbolis kalau sudah bicara tentang 'bijaksana.' Katanya, orang bijaksana bisa mendatangkan ketentraman dan kemakmuran bagi lingkungan sekitar maupun bangsanya. Itu sih bukan bijaksana, tapi superman. Katanya, ibu yang bijaksana adalah dia yang mau tahu kesibukan anak-anak dan menantunya sehingga bisa menahan diri untuk tidak menyita waktu mereka. Itu bukan bijaksana, tapi berkorban. Bijaksana itu sikap yang taktis, sedikit pragmatis, dan yang jelas tidak sok moralis.

Kalau mau jadi orang bijaksana, pastikan anda sendiri nyaman dengan keputusan atau sikap yang sampeyan buat dan tunjukkan. Selama dalam hati masih ada keluhan, keterpaksaan, merasa rugi dan berkorban, itu bukan bijaksana, tapi hanya meredam gejolak atau mungkin bahkan cari muka. Orang bijaksana berani dicela ketika mereka tanpa ragu mengambil keputusan yang menyakitkan sebagian orang namun menguntungkan khalayak yang lebih besar. Orang bijaksana itu tetap bisa tertawa dan tidur nyenyak meski siang malam dicaci maki orang karena teguh dengan sikapnya yang melawan arus atau menerabas pagar kelaziman. Orang bijaksana juga tahu, apa yang bijak baginya bisa nampak sangat konyol bagi penentangnya. Orang bijaksana adalah dia yang tidak terobsesi untuk dipuji semua orang. Dia kerjakan apa yang diyakininya benar, namun tidak pernah ragu untuk banting setir kalau terbukti dia salah jalan. (Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Apakah Makna Sesungguhnya dari Kata Bijaksana?"

Posting Komentar