Jangan Terobsesi Untuk Mengubah Orang Lain



Pengalaman hidup mengajarkan saya untuk tidak terobsesi atau berambisi mengubah orang lain. Tidak murid saya, tidak tetangga saya, tidak kerabat saya, tidak pula anak istri saya. Yang masih ngeyel ingin mengubah orang lain silakan kecewa, dan saya doakan sampeyan khusnul khatimah: percuma, usahamu bakal sia-sia. Kalau you merasa berhasil, itu tak lain cuma ilusi dan anggapan subyektifmu saja.

Mengubah Orang Lain


Orang berubah bukan karena sampeyan berhasil mengubah dia, tapi karena kesadaran dan kemauan dia sendiri. Bukan petuah atau lolongan sampeyan yang bikin suami brengsek atau istri kepala batu jadi lumer hatinya, lalu berubah menjadi pasangan yang menyedapkan mata.

Bukan karena sihir anda anak yang sableng bisa berubah menjadi soleh dan menyejukkan jiwa. Semua itu terjadi karena kemauannya sendiri, mungkin juga karena dia dapat momentum emas berupa hidayah dariNya. Boleh jadi dia muak dengan kebrengsekannya sendiri, tapi yang pasti itu bukan karena saya dan anda.

Yang bisa sampeyan lakukan hanya berusaha, memberikan contoh yang baik kalau bisa, mengajak berdiskusi, menunjukkan realita... Hasil akhirnya ada di tangan dia, pada keputusan hatinya, pada kesehatan otaknya. Jadi jangan buru-buru menepuk dada kalau mahasiswa bimbingan atau klien curhatan sampeyan berubah menjadi orang yang baik sesuai kriteria anda.


Usaha maksimal yang bisa kita lakukan hanyalah menyodorkan berbagai alternatif dan pilihan kepada mereka. Akankah mereka mengambil pilihan yang cerdas dan bijaksana, semua itu berpulang kepada dia. (Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Jangan Terobsesi Untuk Mengubah Orang Lain"

Posting Komentar