Menghadapi Rekan Senior di Kantor yang Kurang Ajar



Ini masalah pekerjaan dan persoalan keluarga. Salahkah kalau saya berhenti dari pekerjaan karena tidak sanggup lagi menerima perlakuan asisten saya--dia memang 'senior' saya karena lebih lama bekerja di sana dan usianya jauh diatas saya. Tapi tetap saja posisi dia bawahan saya.

Rekan Kerja Jahat


Anehnya dia memperlakukan saya saya seperti saya tidak punya harga diri, kepala saya sering ditoyor2, dikasarin dari segi verbal dan tidak pernah dikasih waktu untuik sembahyang... maklum pekerjaannya dikejar target. Gaji yang saya terima tergolong besar untuk standard keluarga saya.

Waktu saya sampaikan niat untuk mundur, keluarga saya malah semua menyalahkan saya. Bagaimana saya harus menyikapi semua ini pak? Mohon pendapatnya... saya sudah kalut pikiran.

Jawab: Sejak awal sampeyan sudah salah memposisikan diri. Kalau sudah jelas dia bawahan, kok sampeyan terima saja perlakuan kurangajarnya. Apa tidak ada manager kantor / personalia yang bisa anda lapori kasusnya? Kemungkinan besar dia merasa lebih lama di sana dan tidak mau diremehkan.


Senioritas memang gejala yang masuk akal di sini; dia lebih tahu detil pekerjaan di pabrik dan segala tantangannya. Sampeyan bisa belajar baik-baik dari dia sambil menegaskan posisi dan otoritas sampeyan. Kepala ditoyor-toyor? Kalau saya yang mengalami, orang itu sudah saya jotos sekuat tenaga. Dikasari secara verbal dan sampeyan diam saja? Apa yang sampeyan takutkan dari dia? Yang keliru memang sampeyan mas.

Harusnya sedini mungkin sampeyan tunjukkan siapa yang jadi atasan. Kalau sampeyan mundur dari perusahaan karena korban perasaan lantaran dipecundangi bawahan, alangkah malunya, diguyu pitik, mas! Kalau saya jadi sampeyan, saya akan lebih keras padanya, toyor balas toyor, jotos balas jotos, misuh balas misuh. Keluarga sampeyan benar dalam hal ini.

Apa masuk akal kalau atasan dikadali bawahan lalu merintih-rintih mengundurkan diri? Undang-undang mana yang mewajibkan sampeyan minta ijin pada bangsat itu untuk sembahyang? Justru dia yang bawahan itu mustinya sampeyan kontrol. Mau cebok pun dia harus minta ijin sampeyan. Sampeyan aneh kok mas, jadi atasan kok lemah lembut begitu. (Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menghadapi Rekan Senior di Kantor yang Kurang Ajar"

Posting Komentar