Menikahi Single Parent Tapi Tak Mau dengan Anaknya?



Q - Saya kecewa dan sakit hati dengan sikap & jawaban dari perempuan yang saya dekati selama 8 bulan terakhir. FYI, saya single parent (cerai) dengan 2 anak. Saya dekati baik-baik perempuan ini, dia sudah tahu status dan kisah hidup saya, tapi waktu saya sampaikan keseriusan saya untuk menjadikan dia ibu bagi anak-anak saya, jawabannya bikin kecewa.

Duda Single Parent


Dia hanya mau nikah dengan saya tapi tidak mau dibebani anak-anak itu. Sungguh egois dia pak, padahal saya sangat mencintai dia. Saya tidak menyangka dia punya watak sejahat itu. Untuk mengakhiri hubungan saya ragu sebab hampir semua kerabat dan teman kerjanya (juga teman2 saya) sudah mengetahui hubungan kami. Tapi untuk melangkah lebih serius saya apatis karena dia tidak menyayangi anak-anak saya, bahkan bersikap tegas tidak mau jadi ibu tiri mereka, padahal dia sendiri janda dan umurnya tak lagi muda. Bagaimana saya musti bersikap dan mungkinkah saya mengubah sikapnya?

A - Siapa sih manusia yang tidak egois? Bukankah sampeyan sendiri juga punya niat yang egois dan agak licik? Apa karena dia sudah janda dan berumur itu sampeyan yakin dia pasti menerima pinangan anda? Apa salah kalau dia bersikap jujur? Apa yang salah dengan prinsipnya: mau sampeyan nikahi tapi tidak mau dibebani anak-anak? Wajar rasanya kalau dia keberatan, wong bocah-bocah itu bukan darah dagingnya. Dia jujur dan sportif di depan, menolak peranan yang sampeyan sodorkan.


Saya justru menghargai keterus-terangan dia, ketimbang dia berlagak baik tapi di balik punggung anda dia ngedumel dan nantinya menyia-nyiakan bocah itu. She knows what she wants. She wants you but not the kids. Undang-undang mana yang mewajibkan perempuan pada posisi dia harus mau jadi ibu tiri bagi anak-anak sampeyan. Coba kita balik posisinya: misalnya sampeyan perjaka dicintai seorang janda beranak 2. Belum tentu juga sampeyan mau menanggung, menghidupi dan menyayangi bocah yang bukan benih sampeyan.

Tidak usah ragu untuk memutuskan hubungan. Ingat misi utama: mencari ibu bagi anak-anak sampeyan. Masih banyak wanita yang bersedia menerima peranan itu, tapi mohon dipastikan sampeyan tidak menjebak mereka atau terlalu percaya diri dan menyandera mereka dengan 'ancaman' bahwa kondisi perempuan incaran sampeyan sudah kepepet, dikejar rasa sepi dan umur yang tak muda lagi. Saya bukan psikolog, tapi percayalah: perempuan 1000 kali lebih tangguh dari lelaki dalam mengatasi kesunyian hati. Akhiri hubungan anda dengan baik-baik, hormati pilihan hidupnya, hargai kemerdekaan jiwanya. Dia tidak jahat, tidak egois, dia tahu apa yang dia mau, dan itu samasekali tidak keliru. (Arif Subiyanto)


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menikahi Single Parent Tapi Tak Mau dengan Anaknya?"

Posting Komentar