Orang Baik Mustahil Berkarib dengan Orang Buruk



Sampeyan pernah lihat minyak dan air di penggorengan? Di mangkuk atau cawan? Mungkin juga di selokan? Kita tak butuh teori atau rumus kimia dan fisika untuk meyakinkan diri bahwa sampai kapan pun minyak dan air tak akan bisa bercampur, lebur dan padu.

Teman yang Buruk

Begitu pula prinsip yang paling fundamental dalam kehidupan. Orang baik mustahil berkarib dengan orang berwatak buruk. Kalaupun pertemanan mereka bisa bertahan, itu karena si orang baik berwatak penyabar atau toleran.

Orang buruk hanya bisa berbaur dengan sesama orang busuk. Kosakata, tabiat dan gaya, siasat mencari makan dan menyadap rejeki mereka cenderung sama. Dan tak aneh pula kalau mereka saling memakan dan menikam sesamanya. Orang berwatak jahat pasti punya chemistry dengan sesama bangsat. Mereka bersahabat dalam konspirasi sesat, dan punya komunitas besar di sarang penjahat. Mana bisa orang baik bertahan di sarang rayap? Ibarat setetes air di tengah kubangan minyak, dia hanyut kesana-kemari, terkucil, dipinggirkan.

Orang baik hanya cocok dan nyaman di kumpulan orang baik. Tarekat dan komunitas yang mereka pilih pasti juga baik. Bagaimana mungkin orang culas bisa menyamar jadi orang baik? Dia bisa mati kutu dan belangnya kentara, mirip segumpal minyak basi di kolam air bening.  (Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Orang Baik Mustahil Berkarib dengan Orang Buruk"

Posting Komentar