Perlunya Kegelapan untuk Keseimbangan Jiwa dan Pikiran



Kegagalan, kesedihan, kehilangan, kekurangan, kehinaan, kecemasan... sederet kata yang mewakili situasi negatif yang mati-matian kita hindarkan. Ego dan naluri dasar manusia selalu mencari kesenangan, kenikmatan dan rasa aman. Hendaknya anda dan saya menyadari bahwa kegelapan diperlukan untuk keseimbangan jiwa dan pikiran.

Merenung

Terlalu lama hidup senang dan nyaman, kelewat asyik dibuai kemewahan dan kepastian membuat nurani jadi tumpul dan mati rasa. Bersyukurlah kalau sesekali dalam hidupmu kau diberi cobaan, entah itu berupa nestapa, kemiskinan atau kehinaan, sebab pengalaman seperti itu akan mengasah kepekaan, pengertian dan simpati pada kehidupan, sekaligus mendekatkanmu pada Tuhan.
Cobaan hidup membuka seluas-luasnya kesempatan untuk mengenal Tuhan, sebab Dia dekat dengan kaum yang nista dan terbuang. Kesedihan memberimu peluang yang sempurna untuk menyepi dan mendengar bisik hati yang paling lirih, yang mustahil kau hiraukan saat hatimu senang.

Syukurilah, resapkanlah, hayatilah dengan kesungguhan saat pikiranmu ragu, saat hatimu bimbang, saat jiwamu gersang... biarkan dirimu sempurna tenggelam dalam kehampaan, sebab rasa bahagia dan nikmat dunia acap kali melenakan, memabukkan, menyilaukan, memekakkan. Demi tercapainya jiwa yang seimbang kau harus sesekali mengakrabi kesunyian, kesedihan, kekosongan... (Arif Subiyanto)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Perlunya Kegelapan untuk Keseimbangan Jiwa dan Pikiran"

Posting Komentar