10 Wanita Pemberani pada Perang Dunia I



Perang Dunia I merupakan konflik paling fatal dalam sejarah umat manusia. Semoga tidak ada lagi perang-perang yang lain.

Wanita dalam PD I
Pada tahun 1915, Evelina Haverfield menawarkan diri untuk bergabung dengan Rumah Sakit Skotlandia di Serbia sebagai perawat. Setelah perang, dia bekerja di panti asuhan anak-anak Serbia di mana ia meninggal karena pneumonia pada tahun 1920
(photo: Wikimedia Commons - commons.wikimedia.org)

Myheritage.com menuliskan 10 wanita heroik dalam Perang Dunia I (PD I) seperti dilansir dilaman Mashable.com

1. Mary Borden
Seorang novelis, Mary Borden yang tinggal di Inggris pada tahun 1914 dianugerahi Perancis Croix de Guerre karena telah berjasa menyiapkan unit rumah sakit bergerak di Front Barat. Borden merawat tentara yang terluka di Ypres dan Somme dengan uang sendiri. Dia menjabat sebagai perawat sampai akhir perang dunia pertama.

2. Edith Wharton
Novelis kelahiran Amerika Edith Wharton tinggal di Prancis saat perang pecah. Edith mempunyai koneksi dengan pemerintah Prancis, ia adalah salah satu dari sedikit orang asing yang diizinkan untuk melakukan perjalanan ke garis depan Perancis selama Perang Dunia I. Pada tahun 1916, ia diangkat menjadi Chevalier dari Legiun Kehormatan sebagai pengakuan atas penggalangan dana untuk pengungsi.

3. Dame Helen Charlotte Isabella Gwynne-Vaughan
Pada tahun 1917, ahli botani Inggris dan ahli mikologi ini diangkat menjadi Controller of the Women's Army Auxiliary Corps di Prancis. Dia menjadi wanita pertama yang menerima penghargaan Commander of the Most Excellent Order of the British Empire dari Kerajaan Inggris tahun 1918. Dia menjabat sebagai Women's Royal Air Force (WRAF) dari September 1918 sampai Desember 1919

4. Edith Cavell
Perawat Inggris ini menyelamatkan nyawa tentara dari kedua belah pihak. Setelah ditangkap oleh Jerman untuk membantu ratusan pasukan Sekutu melarikan diri dari Belgia ke Belanda, dia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada Oktober 1915

5. Evelina Haverfield
Pada tahun 1915, Evelina Haverfield menawarkan diri untuk bergabung dengan Rumah Sakit Skotlandia di Serbia sebagai perawat. Setelah perang, dia bekerja di panti asuhan anak-anak Serbia di mana ia meninggal karena pneumonia pada tahun 1920

6. Flora Sandes
Flora Sandes memulai karirnya sebagai seorang perawat sebelum menjadi satu-satunya wanita Inggris yang secara resmi menjadi seorang prajurit dalam Perang Dunia I. Pada tahun 1916, ia terluka parah oleh granat tangan. Sempat menerima penghargaan tertinggi dari militer Serbia, Orde Karađorđe Star. Flora Sandes dipromosikan menjadi Sersan utama, dan setelah perang selesai menjadi Captain.

7. Dr. Elsie Inglis
Dr Elsie Inglis adalah seorang dokter Skotlandia di Rumah Sakit Skotlandia Unit Perempuan yang merupakan salah satu dari beberapa unit medis perempuan di bagian depan. Di antara hasil kerja Evelina Haverfield, adalah didirikannya Corps Darurat Perempuan yang mendirikan kantin untuk ribuan tentara Serbia pada tahun 1918.

8. Helen Fairchild
Helen Fairchild adalah seorang perawat dari Pennsylvania yang dikelola oleh unit Barat di Passchendaele di Belgia. Dia meninggal setelah operasi pada tukak lambung karena efek gas mustard di Januari 1918.

9. Julia Hunt Catlin Taufflieb
Pada tahun 1917, dermawan dan sosialita wanita Amerika mendapatkan penghargaan dari Perancis Croix de Guerre dan Legion d'Honneur karena telah berhasil merubah Chateau d'annel menjadi 300 tempat tidur rumah sakit di garis depan

10. Mildred Aldrich
Mildred Aldrich adalah seorang jurnalis dan penulis dari Providence, Rhode Island, ia pindah pada tahun 1898 ke Perancis, di mana ia bekerja sebagai koresponden asing dan penerjemah. Dia menilnggalkan rumahnya di River Valley Marne, di mana Pertempuran Pertama Marne terjadi di 1914.
Buku A Hilltop on the Marne merupakan kumpulan surat-surat tentang pertempurannya yang ia kirim untuk teman-temanannya di Amerika.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "10 Wanita Pemberani pada Perang Dunia I"

Posting Komentar