ISIS Mendirikan Kekhalifahan Baru di Irak-Suriah



ISIS yang merupakan kelompok militan Sunni mempunyai garis ideologi yang sama persis dengan Al-Qaida namun telah diperkuat oleh para militan asing yang berasal dari luar Irak.

Negara Islam ISIS
Seorang militan membawa senjata dan bendera ISIS (foto: Reuters via BBC.co.uk)

Melaui situs internet dan Twitter, juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani mengatakan pada hari Minggu (29/06/2014) bahwa ISIS telah berhasil menyatukan wilayah taklukkannya di wilayah Suriah dan Irak menjadi satu kekhalifahan yang baru.

Abu Bakr Al-Baghdadi sebagai Khalifah
ISIS resmi mengangkat Abu Bakr Al-Baghdadi sebagai khalifah atau pemimpin semua umat Islam di dunia.
"Abu Bakr Al-Baghdadi adalah imam dan khalifah bagi setiap Muslim (di seluruh dunia)," kata Abu Muhammad Al-Adnani, juru bicara ISIS.

Masih menurut Al-Adnani, ISIS yang mempunyai arti Islam Irak dan Levant untuk nantinya akan mengganti menjadi Negara Islam saja.

Pembentukkan kekhalifahan Islam ini setelah ISIS berhasil merebut bebearapa wilayah di negara Irak.
(sumber: BBC.co.uk)

Seruan agar seluruh umat Islam di dunia untuk pindah ke Irak dan Suriah untuk ikut membangun Negara Islam
Seruan ini disampaikan langsung oleh pemimpin Militan di Irak ISIS yang juga menjadi khalifah Islam versi ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Seruan khusus dari Abu Bakr al-Baghdadi ini ditujukan untuk para hakim, dokter, insinyur dan mereka yang memiliki keahlian militer dan administratif untuk datang dan bergabung bersamanya membangun Negara Islam

Sebagai Tindakan Balas Dendam
Pemerintah Irak kehilangan kekuasaan di banyak tempat ke tangan militan Sunni yang dipimpin ISIS.

ISIS mengatakan negara Islam akan diperluas dari Aleppo di Suriah ke Propinsi Diyala di Irak timur.

ISIS mendirikan Negara Islam
Kelompok militan ISIS telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah (foto: Reuters via BBC.co.uk)

Ia juga menyebut daftar panjang negara yang ia katakan terjadi pelanggaran yang dilakukan terhadap Muslim, dari Republik Afrika Tengah sampai Burma.

"Kami akan balas dendam. Bahkan bilapun perlu waktu, kami akan balas dendam," kata Abu Bakr al-Baghdadi, sang pemimpi ISIS.
(sumber: BBC.co.uk)

Dampak ISIS untuk Islam di Indonesia
Bagaimana dengan ideologi ISIS ini? Apakah sampai ke Indonesia?
Menurut pengamat politik Islam Komaruddin Hidayat, Ideologi ISIS sangat tidak menarik bagi kaum muslim moderat di Indonesia.

"ISIS itu pandangan yang romantis dan utopis, jadi sangat tidak realistis," kata Komaruddin Hidayat kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

"Yang namanya kekhalifahan itu catatan sejarah masa lalu. Nuansa agama dan dinastiisme-nya lebih kental. Sekarang kan sudah diambil alih dengan bentukan negara, nasionalisme yang lebih demokratis, terbagi dan tidak tersentral dengan sosok seseorang."

"Apakah bisa jaman modern ini (bisa dibuat kekhalifahan?). Di Indonesia, sama sekali tidak akan menarik," ujarnya.

Dia berpendapat bahwa pandangan ISIS bisa berkembang luas di Irak dan Suriah karena wilayah itu berada dalam suasana kemarahan, kekecewaan, dan konflik.

Kondisi itu bertolak belakang dengan Indonesia yang memiliki Pancasila dan melindungi kebebasan beragama.

Memperjuangkan kekhalifahan di Indonesia, menurut Komaruddin, "hanya membuang energi" saja.

"Saya malah khawatir bahwa itu menjadi instrumen politik kekuasaan," sambungnya.
(sumber: BBC.co.uk)

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "ISIS Mendirikan Kekhalifahan Baru di Irak-Suriah"

Posting Komentar