10 Perilaku Unik Orang Jepang



Jepang memang terkenal dengan segala keunikannya, dari program-program TV yang selalu unik dan berinovasi, teknologi baru dan unik yang belum ada di negara lain.

Hotel Kapsul, Jepang
Di Jepang banyak terdapat hotel kapsul hanya menawarkan tempat untuk tidur saja
(Photo: Wikipedia)

Berikut ini kebiasaan aneh yang ada di Jepang;

1. Kamar Pembuangan
Banyak negara mempunyai undang-undang tenaga kerja untuk mencegah perusahaan melakukan pemecatan karyawan tanpa alasan yang benar. Di Jepang, hal ini telah menyebabkan masalah bagi perusahaan besar yang ingin memecat orang-orang tertentu tetapi tidak dapat memecat mereka tanpa membayar pesangon yang besar.

Dan di Jepang ternyata ada solusinya, yaitu dengan menggunakan kamar pembuangan. Karyawan yang sudah tidak berguna lagi akan ditugaskan pada tugas-tugas yang tidak ada gunanya, atau tugas yang membosankan. Seperti contoh, meminta staf untuk menatap monitor TV hingga 10 jam sehari!

Tentu saja sang pegawai akan sedih mendapati pekerjaannya begitu membosankan dan menyedihkan. Dengan demikian orang yang bersangkutan akan mundur dari perusahaan secara sukarela, dengan begitu perusahaan tidak perlu memberikan pesangon yang jumlahnya sangat besar.

Banyak perusahaan besar sekelas Panasonic, Sony dan Toshiba yang melakukan taktik pembuangan pegawai seperti ini.

2. Tidak ada petugas kebersihan disetiap sekolah
Kalau di sekolah di Indonesia pastilah mempunyai tugas kebersihan, perilaku anak-anak yang sering menimbulkan kekacauan dalam hal kebersihan membutuhkan adanya petugas kebersihan.

Tapi ini tidak berlaku di Jepang, mereka tidak menggunakan petugas kebersihan, sekolah-sekolah mengajarkan siswanya untuk membersihkan diri mereka sendiri. Ada waktu yang disisihkan khusus untuk bekerja sama membersihkan ruang kelas, mengepel lantai dan membersihkan kamar mandi. Hal ini juga berlaku untuk makan siang. Mereka tidak makan siang di kantin, tapi siswa makan siang di kelas mereka sendiri dengan guru dan membagikan makanan sendiri.

Orang jepang meyakini semua ini akan mengajarkan rasa tanggung jawab dan bekerja bersama-sama, belajar untuk tidak egois.

3. Tidur di tempat kerja
Kedapatan tidur ditempat kerja tentu akan membuat Anda dalam kesulitan, sang bos akan marah kalau Anda melakukan ini di Indonesia. Tapi ternyata di Jepang, tidur ditempat kerja (dikenal dengan inemuri) benar-benar bisa diterima dan tidak dimarahi.

Kebiasaan ini menunujukan jika Anda tidur di tempat kerja itu berarti Anda telah bekerja begitu keras sehingga Anda tidak bisa mempunyai waktu tidur yang cukup di rumah. Perusahaan akan percaya bahwa pegawai mereka hanya kelelahan karena mereka sangat mendedikasikan untuk pekerjaan mereka.

4. Adopsi anak saat dewasa
Adopsi dilakukan di seluruh dunia, Amerika Serikat dan Jepang adalah negara dengan tingkat adopsi tertinggi. Tapi di Jepang, adopsi benar-benar berbeda.

Ambi contoh saja di Indonesia, ketika sebuah keluarga ingin mengadopsi anak tentu mereka akan mengambil bayi atau anak yang masih kecil. Dengan harapan mereka masih bisa dididik dengan cara mereka.

Tapi di Jepang lain lagi, 98% orang jepang melakukan adopsi pada orang dewasa yang telah berumur 20 sampai 30 tahun, dan sebagian besar adalah laki-laki.

Adopsi di Jepang dilakukan jika keluarga tidak mempunyai keturunan atau tidak ditemukan ahli waris yang cocok. Atau karena keturunan mereka dirasa tidak mampu menjalankan bisnis. Perusahaan besar seperti Suzuki, Toyota dan Canon telah menjalankan apa yang disebut mukoyoshi ini

5. Hikikomori
Hikikomori adalah fenomena remaja yang mengunci diri dikamar atau orang dewasa yang menarik diri dari kehidupan sosial, meraka akan mengisolasi atau mengurung diri secara ekstrem, bisa sampai bertahun-tahun. Hikikomori digambarkan sebagai penyendiri atau petapa pada zaman modern

6. Terobsesi dengan makanan rasa baru
Fenomena yang adi jepang lainnya adalah orang-orang jepang selalu terobsesi makan dengan rasa baru yang sepertinya aneh menurut kita. Ambil contoh saja, di Jepang KitKat mempunyai ratusan jenis rasa seperti KitKat rasa kecap, teh, jagung, strawberry dan keju.

Bukan hanya pada makanan ringan saja, restoran cepat saji juga secara teratur selalu menawarkan manakan rasa aneh dari soda rasa semangka sampai Burger Labu.

7. Hotel Kapsul
Pernahkah Anda dalam perjalanan bermalam dalam hotel hanya ingin tidur, sedangkan fasilitas hotel itu sangat komplit. Sedang yang Anda butuhkan hanya untuk tidur, jika demikian sepertinya Anda hanya membuang-buang uang untuk fasilitas yang tidak Anda pakai.

Di Jepang terdapat banyak hotel kapsul yang hanya menawarkan tempat tidur dan mungkin TV kecil saja. Bangunan hotel kapsul seperti layaknya kapsul yang ditumpuk seperti loker. Fasilitas tambahan biasanya hanya Wi-fi, biaya bermalam di kapsul ini sebesar 15 sampai 30 dolar saja. Kebanyakan hotel ini untuk laki-laki, meskipun sekarang sudah banyak yang menyediakan kapsul untuk perempuan.

8. Tradisi malam Natal di KFC
Sebagai negara dengan popularitas Kristen hanya 1%, Jepang tidak merayakan malam Natal secara meriah. Orang-orang Kristen di Jepang merayakan Natal dengan mendatangi restoran cepat saji KFC. Mereka rela mengatri sampai dua jam hanya untuk mendapatkan ayam goreng.

Jika orang barat bersantap daging Kalkun dimalam Natal, orang Jepang menggantinya dengan ayam goreng dengan mengantri di KFC. Fenomena ini sudah berlangsung sejak 1974.

9. Operasi Gigi
Jika kebanyakan orang mendambakan gigi berjejer sempurna hingga rela melakukan perawatan mahal, seperti pemasangan kawat gigi. Di Jepang sebaliknya, fenomena orang disana lebih suka mempunyai gigi yang berantakan, sedikit runcing dan tidak sejajar.

Mereka rela membayar mahal demi membuat gigi mereka tampak tidak sempuran. Banyak klinik gigi yang juga menawarkan perombakan gigi secara temporary, sehingga nantinya mereka bisa mengembalikan gigi ke bentuk semula.

10. Hampir tidak ada praktek tip
Di Jepang hampir tidak ada tip (memberikan uang ekstra sebagai tanda terima kasih). Pelayan, pekerja hotel, sopir taksi dan lain-lain tidak mengharapkan mendapatkan tip sama sekali. Bahkan, banyak orang akan menganggap memberikan uang tip itu sangat kasar. Sempat ada berita seorang pekerja yang mengejar wisatawan yang telah meninggalkan tips untuk mengembalikan uang mereka. Beberapa bisnis pariwisata memang menerima tips, tapi sebagian besar perusahaan dan bisnis di Jepang tidak akan mengharapkan orang memberikan tip, karena mereka percaya bahwa tip akan menjadi bagian dari harga yang Anda bayar.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "10 Perilaku Unik Orang Jepang"

Posting Komentar