5 Fakta Obat Marshanda



Marshanda mengungkapkan pengakuan mengejutkan, dalam acara talkshow Just Alvin, Marshanda mengatakan kalau dirinya telah mengkonsumsi obat Xanax dari sejak dia SMP. Terus apa sebenarnya obat Xanax ini?

Marshanda Konsumsi Obat
Marshanda Konsumsi Obat Xanax sejak SMP
(Photo: Youtube)

Berikut ini 5 fakta menarik dari obat Xanax (Alprazolam) yang disadur dari DetikHealth (11/8/14):

1. Xanax bukan obat tidur
Sebenanya Xanax merupakan obat antiansietas, penenang bagi pengidap gangguan kecemasan. Jadi Xanax bukanlah obat tidur. Hal ini diungkapkan oleh psikiater dari RS Omni Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM

Hal serupa juga dikatakan oleh Dr Suryo Dharmono, SpKJ dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menambahkan, mengkonsumsi obat Xanax memang akan ada efek mengantuk. Namun, hal ini harus selalu dalam pengawasan dokter ahli. Konsumsi Xanax yang berlebih akan mengakibatkan kecenderungan pasien menjadi dependant atau ketergantungan terhadap obat tersebut.

2. Gampang mengakibatkan ketegantungan
Menurut dr Andri, Obat Xanax adalah jenis obat yang gampang menyebabkan ketergantungan. Terlebih bagi mereka yang pernah atau sering mengonsumsi alkohol dan narkoba.

3. Dapat menyebabkan pikun
Miturut penelitian, beberapa obat tertentu dapat mempengaruhi memori seseorang, seperti obat tidur (Ambien), antihistamine, obat anti-kecemasan (Xanax) dan antidepresan (Prozac)

4. Dapat mengakibatkan depresi
Depresi merupakan satu diantara beberapa efek samping obat. Seperti halnya bagi sebagian orang, Accutane dan versi generiknya yaitu isotretinoin yang diresepkan untuk mengobati jerawat parah bisa berpotensi sebabkan depresi dan pikiran untuk bunuh diri. Depresi bisa juga menjadi efek samping dari obat penghilang rasa gelisah dan insomnia, termasuk Valium, Xanax, dan Lopressor yang diresepkan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Obat penurun kolesterol seperti Lipitor dan Premarin untuk mengatasi gejala menopause juga bisa berefek pada depresi. Oleh karena itu, bacalah efek samping ketika Anda mengonsumsi obat yang baru Anda minum dan selalu konsultasikan ke dokter apakah obat tersebut bisa menyebabkan risiko depresi pada Anda.

5. Bagi laki-laki, bisa mengakibatkan impotensi
Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Varant Kupelian dari New England Research Institutes, Watertown, Massachusetts melakukan survei terhadap 2.301 pria dan menanyai tentang obat-obatan resep yang mereka gunakan dan fungsi seksual responden.

Separuh dari 60 responden yang diketahui mengonsumsi tricyclic antidepressant (TCA) yaitu amitryptyline selama satu bulan terakhir juga tergolong ke dalam kelompok responden yang mengidap impotensi. Namun setelah mempertimbangkan faktor risiko impotensi lainnya, misalnya usia dan penyakit jantung yang diidapnya, peneliti menemukan bahwa pria yang mengonsumsi TCA berisiko tiga kali lipat mengidap disfungsi ereksi.

Begitu pula dengan responden yang mengonsumsi tranquillisers atau obat penenang yaitu benzodiazepines seperti Valium, Xanax, Klonopin dan Ativan. Responden-responden ini juga diketahui berisiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi. Serupa dengan responden yang mengonsumsi TCA, hampir separuh responden yang mengonsumsi benzodiazepine sebulan belakangan juga kerap mengalami impotensi.

Tentunya Anda tidak harus khawatir berlebihan, jika suatu obat diminum sesuai dengan resep dokter yang kredibel, tentunya akan berdampak baik bagi kesehatan. Karena tentunya sebagai orang normal, kita minum obat tentu dengan harapan akan sembuh dari sutau masalah (penyakit)
(sumber: health.detik.com)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "5 Fakta Obat Marshanda"

Posting Komentar