Ignatius Ryan Tumiwa, Lulusan S2 yang Ingin Bunuh Diri Dilegalkan



Mungkin terdengar aneh ketika kita mendengar apa yang diinginkan Ignatius Ryan Tumiwa (48), dia ingin mengakhiri hidupnya dengan cara suntik mati.

Ignatius Ryan Tumiwa Ingin Bunuh Diri Itu Legal

Ignatius Ryan Tumiwa Ingin Bunuh Diri Itu Legal
(photo: news.detik.com)

Tentu saja keinginan Ignatius Ryan Tumiwa ini bertentangan dengan pasal 344 KUHP, yang menjelaskan bahwa orang yang membantu bunuh diri akan dikenai hukuman sampai dengan 12 tahun.

Pasal 344 berbunyi:
"Barang siapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutnya dengan nyata dan dengan sungguh-sungguh, dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun."

Untuk memuluskan niatnya Ryan mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, berharap bunuh diri dapat dilegalkan.

Warga Jakarta yang juga merupakan lulusan S2 Universitas Indonesia ini dikabarkan mengalami himpitan ekonomi dan tidak mau jadi beban keluarga, sehingga memutuskan ingin bunuh diri dengan suntik mati. Seperti kesaksiannya di sidang perkara 16 Juli 2014 yang dilansir dalam risalah sidang di laman resmi MK, www.mahkamahkonstitusi.org.

Berikut 4 alasan Ignatius Ryan Tumiwa ingin buhuh diri:
1. Ingin Bunuh Diri Karena Himpitan Ekonomi
2. Tak Ingin Merepotkan Lingkungannya Saat Sudah Tua
3. Bunuh Diri Untuk Orang yang Hopeless Terkena Penyakit
4. Aturan yang Melarang Bunuh Diri Tidak Berdasar

Sungguh fenomena pemikiran yang membuat kita terhenyak. Entah apa yang ada dalam benar Ryan, apakah memang ini muncul dengan sadar atau hanya mencari sensasi saja agar dikenal publik. Kita hanya bisa menerke-nerka.
(sumber: Detik dan Kompas)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ignatius Ryan Tumiwa, Lulusan S2 yang Ingin Bunuh Diri Dilegalkan"

Posting Komentar