Mengenal Zarathustra, Nabi Penganut Agama Zoroastrianisme



Zarathustra adalah nabi Persia yang mendirikan agama Zoroastrianisme. Orang Yunani menyebutnya dengan Zoroaster. Para ahli percaya bahwa Zarathustra hidup sekitar 1200 SM di tempat yang sekarang dinamanakan negara Iran. Sedangkan menurut cerita Zoroaster, ia hidup antara awal 600 dan pertengahan 500 SM.

Kuil Zoroastrianisme di Yazd Iran
Salah satu kuil Zoroastrianisme di Yazd,Iran
(Image: Wikipedia)

Sedikit yang diketahui dari kehidupan Zarathustra. Dia muncul sebagai tokoh sejarah yang sebenarnya hanya di bagian awal dari Gatha, yang nyanyain rohaninya terkandung dalam Avesta, kitab suci agama Zoroaster.

Zarathustra mulai mendapatkan wahyu pada usia 30. Dalam visinya, ia melihat Vohu Manah, sosok yang mewakili Pikiran Baik. Dalam visinya juga dikataan Zarathustra dipimpin di trans suci ke hadirat Ahura Mazda, juga disebut Ohrmazd, pencipta tertinggi di Zoroastrianisme.

Pada tahun-tahun setelah menerima wahyu, Zarathustra menyusun Gatha dan menyebarkan ajaran Ahura Mazda. Inti dari ajaran Zarathustra adalah keyakinan bahwa semua orang harus memilih antara yang baik dan yang jahat. Dalam perkembangan agama Zoroastrianisme, pilihan ini digambarkan sebagai konflik yang melibatkan antara Ohrmazd, dewa yang baik, dan Ahriman, roh jahat.

Pada akhir zaman nanti, Zoroastrianisme percaya, Ohrmazd akan menang dan Ahriman akan dikalahkan.
Menurut cerita, Zarathustra dibunuh pada usia 77.
(sumber: WorldBook)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Zarathustra, Nabi Penganut Agama Zoroastrianisme"

Posting Komentar