Fakta Penting David Cawthorne Haines, Pekerja Kemanusiaan yangDipenggal ISIS



David Cawthorne Haines adalah seorang pekerja bantuan asal Inggris yang ditangkap oleh ISIS pada awal 2013, dan kemudian dieksekusi dengan cara dipenggal pada 13 September 2014.

Video Pemenggalan David Cawthorne Haines
Gambar ketika David Cawthorne Haines dieksekusi ISIS
(Photo: BBC.co.uk)

Haines lahir di East Yorkshire, kemudian pindah ke Perth, Skotlandia. Ayah dari dua orang anak ini pernah menjadi insinyur pesawat terbang di Royal Air Force sebelum kembali lagi dan menjadi pekerja kemanusiaan pada tahun 1999. Ia telah membantu korban konflik di bekas Yugoslavia, Afrika dan Timur Tengah.

Haines diculik pada bulan Maret 2013 oleh ISIS ketika menjalani misi kemanusiannya di Suriah, ia diculik di dekat kamp pengungsi Atmeh dekat perbatasan Turki dan provinsi Suriah Idlib. Haines ditangkap bersama dengan seorang pekerja bantuan Italia dan dua warga Suriah yang telah dibebaskan.

Haines menjadi pembicaraan ketika dalam video pemenggalan sebelumnya (video pemenggalan Sotloff) pihak ISIS akan melakukan pemenggalan pada seorang pekerja kemanusiaan asal Inggris yang tidak lain adalah Haines. Kementerian Luar Negeri Inggris awalnya meminta media Inggris untuk tidak mempublikasikan identitas Haines karena kawatir akan keselamatannya, meskipun pers internasional telah terlanjur mempublikasikan nama Haines. Dan kini telah terbukti Hainess dipenggal oleh ISIS, pemenggalan ini menjadi pembunuhan ISIS ketiga kalinya dalam beberapa pekan.

Haines dieksekusi dengan cara dipenggal oleh ISIS pada tanggal 13 September 2014, seperti yang ditunjukkan melalui video berjudul "Pesan kepada Sekutu Amerika" yang dirilis oleh kelompok tersebut. Video ini juga mirip dengan yang dilakukan ISIS ketika melakukan eksekusi pada Foley dan Sotloff. Diakhir video diperlihatkan empat warga asing juga warga Inggris yang masih hidup.
(sumber: wikipedia)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Fakta Penting David Cawthorne Haines, Pekerja Kemanusiaan yangDipenggal ISIS"

Posting Komentar