6 Modifikasi Anggota Tubuh Ekstrim Suku Di Dunia



Ektrim, bahkan ngeri jika kita melihat apa yang dilakukan oleh para suku ini. Tapi bagi mereka itu adalah sebuah kebanggan bahkan suatu kecantikan bagi wanita yang melakukannya, karena akan mendapat pasangan dengan mudah bila anggota badan mereka bisa lain dari wanita lainnya.

Berikut ini 6 modifikasi tubuh paling ekstrim dari suku-suku di dunia

1. Suku Bangobo
Suku ini berasal dari pulau Mindanao, Filipina. Para wanita suku Bangobo rela meruncingkan giginya selama bertahun-tahun menggunakan bambu dan kayu agar terlihat cantik. Hmmm.. cantik?

2. Suku Kayan
Suku ini aslinya adalah etnis Tibet-Burman minoritas di Myanmar, namun ketika terjadi konflik rezim militer di Myanmar, suku ini pindah ke Thailand awal tahun 1990-an.
Para permpuan suku Kayan akan memanjangkan lehernya dengan memasang semacam kumparan kuningan dileher mereka. Wanita suku kayan ini mulai memasang kumparan ini dari umur 5 tahun sampai dewasa. Mereka hanya melepas kumparan ini ketika akan menggantinya dengan yang lebih panjang. Leher yang dipaksa agar panjang ini sebagai simbol dari kecantikan. Tradisi dari suku Kayan ini menarik minat wisatawan.

3. Suku Apatani
Suku Apatani tinggal di lembah Ziro di negara bagian Arunachal Pradesh di India timur laut. Tradisi ekstrim suku ini adalah para wanita akan melubangi hidung mereka dengan kayu. Jika suku lain memodifikasi tubuhnya karena berkeyakinan bahwa hal itu bisa mendatangkan kecantikan, tapi untuk wanita suku Apatani lain lagi, mereka sengaja membuat colokan pada hidung mereka agar mereka tidak dianggap cantik.

Wanita suku Apatani terkenal sangat cantik dari suku-suku lainnya, sehingga para wanita suku ini akan membuat wajah mereka nampak tidak cantik agar tidak direbut oleh suku-suku disekitarnya. Jadi mereka melakukan untuk perlindungan dari suku lain.

4. Suku Dayak
Suku Dayak Kenyah, Bahau dan Kayan di Kalimantan Timur mempunyai tradisi unik yakni memanjangkan telinga, baik perempuan maupun laki-laki diperbolehkan memanjangkan telinga sebagai simbol kemanusiaan mereka. Pada pria boleh menanjangkan telinga asal tidak melebih bahu, tetapi bagi perempuan boleh sampai bagian dada.

Proses penindikan dan pemasangan gelang sebagai bandul telinga tersebut dilakukan sejak usia satu tahun. Gelang yang mereka pasang juga berbeda-beda, tergantung jenis kelamin dan status sosial.
Saat ini tradisini ini sudah banyak ditinggalkan, hanya para lansia suku ini saja yang masih terlihat mempunyai telinga panjang.

5. Suku Rikbaktsa
Suku ini menghuni hutan Amazon di Brasil, tepatnya di daerah Mato Grosso. Para pemuda dari suku ini akan mulai memanjangkan telinganya dengan cara memasaing lempengan kayu. Pemanjangan telinga ekstrim ini dimulai ketika para pemuda berua antara 14-15 tahun, dimana meraka akan beranjak dewasa. Ritual ini juga dibarengi dengan mereka mengganti nama kecil ke nama baru sebagai identitas dewasa mereka.

Karena tradisi ini, suku Rikbaktsa juga dikenal sebagai Orelhas de Pau (Telinga kayu). Tradisi ekstrim ini sudah tidak lagi diikuti oleh generasi muda selanjutnya.

6. Suku Mursi

Suku yang tidak kalah ekstrim lagi adalah suku Mursi atau ada yang menyebutnya dengan suku Murzu. Wanita suku ini akan menanjangkan bibir bagian bawah dengan meletakkan piring yang bervariasi. Tradisi ini ditunjukkan sebagai simbol kekuatan, kecantikan dan kekayaan. Semakin lebar dan bagus piring yang mereka selipkan di bibir, maka semakin kuat, cantik dan kayak wanita tersebut. Tidak diketahui bagaimana para wanita ini ketika makan dengan piring selebar itu terselip di bibirnya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "6 Modifikasi Anggota Tubuh Ekstrim Suku Di Dunia"

Posting Komentar