Duta Besar Retno Marsudi Menjadi Menlu Wanita Pertama Indonesia



Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno LP Marsudi sekarang menjadi menteri luar negeri wanita pertama Indonesia. Presiden Jokowi telah menunjuk diplomat senior untuk kepala Kementerian Luar Negeri ini, menggantikan Marty Natalegawa.

Retno Marsudi lulus pada tahun 1986 dari program hubungan internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada tahun 1987, ia memulai karir sebagai sekretaris diplomat pertama bagi perekonomian di Kedutaan Besar Indonesia di Belanda, di mana dia tinggal sampai 2001.

Dia kemudian ditunjuk sebagai Direktur untuk Eropa dan Amerika, dan dipromosikan sebagai Direktur Eropa Barat pada tahun 2003. Setelah penunjukan ini, Retno menjadi Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia. Setelah menjadi dubes untuk pertama kalinya, Retno kemudian menjadi Direktur Jenderal Amerika dan Eropa.

Menurut Retno Marsudi, dunia diplomat sangat menarik dan dinamis. Selain itu, diplomat harus sangat mobile dan mampu berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.


"Meskipun saya harus mengakui bahwa ketika profesi ini dipegang oleh seorang wanita, ada tantangan yang berbeda, terutama jika seseorang memiliki keluarga (untuk mengurus). Namun, saya benar-benar menikmati profesi, "kata Retno di halaman alumni UGM nya.

Selain itu, Retno Marsudi mangatakan telah mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Suaminya, yang berprofesi sebagai seorang arsitek memahami risiko terkait dengan karir diplomat, dan akan selalu menemani istrinya. Retno juga melatih anak-anaknya untuk mandiri, dalam lingkungan keluarga yang sangat mobile.

"Saya telah menekankan bahwa mereka (anak-anak) harus berdiri sendiri," kata Retno.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan formasi akhir dari 'Kabinet Kerja' nya pada Minggu 26 Oktober, 2014.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Duta Besar Retno Marsudi Menjadi Menlu Wanita Pertama Indonesia"

Posting Komentar