Mengenal Lebih Dekat Setu Babakan Jakarta, Kampung Budaya Betawi



DKI Jakarta, dengan Betawi sebagai salah satu penduduk aslinya patut berbangga hati. Sebab ditengah kemajuan jaman dan masuknya pengaruh budaya asing yang membuat budaya betawi semakin terkikis dan luntur, lahir Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Budaya inti DKI Jakarta dapat kita nikmati disini. Mulai dari pertunjukan tanjidor. Situs budaya betawi ini lokasinya di Srengseh Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Memasuki ‘perkampungan Betawi’ seluas 289 hektar ini kita disambut dengan gapura besar bertuliskan “Pintung Masuk I Bang Pitung” Nah, dari situ kita mulai menemui deretan rumah dengan arsitektur Betawi. Tapi jangan pikir bahwa yang tinggal diperkampungan Betawi ini orang asli Jakarta semua. Pendatang dari Jawa bahkan luar Pulau Jawa boleh tinggal dan membangun rumah Betawi di perkampungan Betawi Setu Babakan.

Melewati beberapa rumah Betawi kemudian kita sampai di tengah pusat kampung dengan panggung utama berarsitektur Betawi. Di panggung ini biasanya digelar pertunjukan seni musik, tari dan teater setiap Sabtu dan Minggu pukul 13.00 sampai 16.00 WIB.

Perkampungan Betawai Setu Babakan memang dikonsep sebagai tempat wisata dengan frame yang jelas, yaitu daerah pariwisata berkarakteristik dan berbudaya Betawi. Sebab disinilah bisa diketahui begaimana masyarakat hidup dengan keluhuran budaya Betawi. Berbagai prosesi adat seperti penikahan, sunatan, akekah, hatam quran dan nujuh bulan, juga bisa dinikmati meski tidak rutin setiap minggu.

Ada yang enggak kalah seru di perkampungan Betawi ini, yaitu wisata air. Di kawasan Perkampungan Betawi ada dua setu yang bisa dijadikan termpat memancing dan sepeda air, yaitu Setu Babakan dan Setu Mangga Bolang. Di pinggir danau ini juga ditata jejeran bangku dan belah kayu untuk sekedar duduk menikmati keasrian danau dan sekitarnya. Kita juga bisa menikmati makanan khas Betawi seperti Kerak Telor, soto betawi, asinan buah betawi, laksa, sampai semur jengkol, bahkan buah langka ditanah Betawi, yaitu buah Kecapi.

Beberapa tanaman buah yang ditanam di pekarangan rumah warga di kawasan perkampungan Betawi juga menjadi sesuatu yang menarik. Selain menjadikan kawasan ini asri, tanaman buah yang ditanam di pekarangan rumah-rumah warga bisa dijadikan wisata agro. Wisata agro disini memang bukan seperti agro lain yang umumnya dilakukan diperkebunan atau pertanian. Melainkan mengunjungi rumah-rumah warga. Tanaman buah yang bisa dinikmati di Perkampungan Budaya Setu Babakan antara lain Belimbing, Rambutan, Buni,, Jambu, Dukuh, Menteng, Gandaria, Kecapi dan Jengkol.

Ada juga aturan khusus yang masih berakar pada Budaya Betawi. Diantaranya, pengunjung diharapkan sudah meninggalkan lokasi mulai pukul 18.00 WIB, karena jika lewat dari pukul tersebut, bisa jadi niatnya sudah bukan lagi sebagai tempat berekreasi namun lebih ke hal-hal negatif.

Menarik bukan? Mengenal lebih jauh berbagai kebudayaan Betawi, menikmati pertunjukan seni tari, musik dan teaternya. Sekaligus menikmati makanan khasnya. Anda patut mencoba wisata murah sekaligus mendidik dan melestarikan budaya yang ada di Perkampungan Betawi Setu Babakan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Lebih Dekat Setu Babakan Jakarta, Kampung Budaya Betawi"

Posting Komentar