Ternyata ada Karbohidrat yang Buruk, Kenali Yuk?



Banyak program diet yang menyarankan untuk menghindari asupan karbohidrat karena dapat mengakibatkan penumpukan lemak. Saran ini tidak sepenuhnya benar, karena karbohidrat tetap diperlukan karena merupakan sumber utama energi kita. Yang perlu kita perhatikan adalah jenis karbohidrat tersebut, apakah merupakan karbohodrat baik ataukah buruk?

Menurut laman Everydayhealth.com, ada dua jenis karbohidrat, yakni karbohidrat baik / karbohidrat kompleks dan karbohidrat buruk / karbohidrat sederhana. Dalam program diet, karbohidrat kompleks inilah yang harus tetap kita konsumsi.

Golongan karbohidrat kompleks adalah gandum dan biji-bijian yang mengandung sedikit kadar gula dan banyak serat. Pada karbohidrat kompleks proses pencernaan akan memakan waktu lebih panjang dan akan membuat tubuh mengambil waktu cukup lama memecah makanan serta menyerap sari dari sumber makanan. Manfaat yang didapat adalah tubuh akan memperoleh energi lebih besar ketimbang makan karbohidrat sederhana.


Sedangkan yang termasuk pada golongan karbohidrat sederhana adalah roti tawar, beras putih, donat, makanan bergula, biskuit, dan semua makanan yang terbuat dari terpung beras dan tepung terigu. Karbohidrat sederhana bersifat mudah diserap usus sehingga kita mudah sekali lapar yang akhirnya akan mengakibatkan penimbunan lemak. Semakin tinggi kadar gula dan semakin rendah kadar serat dari suatu makanan, maka semakin buruk kandungan karbohidratnya.

Buah dan sayur memang termasuk pada karbohidrat sederhana, tetapi ketika makanan ini masuk pada sistem pencernaan akan berubah menjadi karbohidrat kompleks sehingga buah dan sayur sangat baik untuk program diet penurunan berat badan.

Sumber karbohidrat sederhana lainnya yang harus Anda hindari ketika diet adalah sirup, perman, soda, makanan dengank gula atau pemanis buatan, beras putih, pasta, gula, roti tawar, pastry dan kentang.

Sekarang Anda sudah tahu mana karbohidrat yang harus dihindari ketika menjalani program penurunan berat badan bukan?

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ternyata ada Karbohidrat yang Buruk, Kenali Yuk?"

Posting Komentar