Tidak Ada Hubungannya Garam dengan Kegemukan!



Ada beberapa diet yang menganjurkan untuk mengurangi makanan asin, seperti yang sedang populer saat ini yakni diet Mayo Clinic. Pada diet ini anjuran pertama adalah mengurangi konsumsi garam. Konsumsi garam yang dihubungkan dengan diet ini kemudian menimbulkan banyak pertanyaan seputar kegemukan. Apakah garam dapat mempengaruhi kegemukan?


Dikutip dari womenshealthmag.com, garam memang tidak baik untuk kesehatan jantung, tapi garam tidak ada hubungannya dengan penambahan lemak pada tubuh. Yang perlu dipahami dalam konteks garam mempengaruhi kegemukan adalah bukan garamnya yang membuat gemuk, tapi makanan asin yang dikonsumsi tersebut juga mengandung banyak lemak dan gula, kandungan lemak dan gula inilah yang membuat gemuk.

Contohnya saja, makanan seperti makanan cepat saji, kornet, keripik, sosis dan lain-lain memang mengandung sodium, tapi ingat makanan tersebut juga mengandung gula sederhana serta lemak jenuh dan trans yang tentu saja dapat mengakibatkan kegemukan.

Garam atau Makanan Asin Menambah Berat Air dalam Tubuh.
Ketika Anda makan makanan asin, maka Anda akan cepat haus dan sering minum. Garam dapat menahan air dalam tubuh sehingga seolah-olah berat badan menjadi naik. Padahal kenaikan berat badan tersebut bukan karena lemak, tapi karena air dalam tubuh. Nah, ketika Anda mengurangi makanan asin, maka air yang tertahan dalam tubuh juga akan ikut berkurang, dan berat badanpun berkurang.

Sekarang Anda sudah tahu kan? Garam tidak ada hubungannya dengan kegemukan. Berat badan naik ketika banyak mengkonsumi makanan asin itu bukan karena lemak, tapi karena air. Namun sebaiknya memang Anda mengurangi konsumsi garam, karena garam kurang baik bagi kesehatan jantung.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tidak Ada Hubungannya Garam dengan Kegemukan!"

Posting Komentar