Wajah Jakarta Tempo Doeloe, Masih Ada Sampai Sekarang!



Mendengar nama Jakarta, identik dengan gedung yang menjulang tinggi dan pastinya modern. Sebagai ikon ibukota negara, Jakarta telah berkembang menjadi kota besar yang menawarkan surga dunia. Tidak hanya mall atau pusat perbelanjaan, Jakarta juga menyimpan pesona bangunan Kota Tua-nya.

Hari itu begitu cerah, membawa kami untuk bergegas menyusuri kota-kota tua dikawasan Ibu Kota tercinta ini. Situs peninggalan sejarah dimasa keemasan Belanda, masih berdiri kokoh di Kota Jakarta.

Sayangnya banyak diantara bangunan tua yang masih berdiri sendiri, sudah tidak berfungsi dan rusak dimakan jaman. Teronggok begitu saja. Padahal bangunan-bangunan ini merupakan saksi sejarah kota yang dahulunya dikenal dengan sebutan Batavia ini. Namuan, meskipun demikian terap saja tidak mengurangi minat masyarakat berkunjung ke Kota Tua itu.

Memasuki kawasan Kota Tua, Anda akan merasakan kentalnya suasana jaman kolonial Belanda yang selama 350 tahun menjajah Indonesia. Jalan yang tertata rapi dari conblok, bersih dan tentunya kaya akan nilai sejarah. Salah satu bangunan yang masih kokoh berdiri adalah Museum Sejarah Jakarta atau banyak dikenal dengan Museum Fatahillah.


Dulunya Museum Fatahillah merupakan balai kota yang dalam bahas Belandanya disebut Staadhuis. Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 1707 oleh Petronella Wilhelmina van Horn putri Gubernur Jenderal Hindia memakan waktu 3 tahun untuk menyelesaikannya. Sebagai Staadhuis, bangunan ini dulu dipakai sebagai kantor, ruang pengadilan, dan penjara bawah tanah.

Jika Anda masuk kedalam Museum Fatahillah, dapat Anda jumpai mata uang zaman VOC, perabotan rumah tangga seperti furniture dari abad 17-19, meriam kuno, bendera zaman Fatahillah, lukisan Raden Saleh, serta Potret Gubernur Jenderal VOC jaman Belanda waktu berkuasa disini. Dibelakang museum terdapat lima unit penjara berdinding beton, beruji besi, dilengkapi bole besi 100kg sebesar bola voli untuk mengikat kaki para napi. Bicara tentang penjara bawah tanah, bisa dibilang ini termasuk dalam penjara yang paling sadis pada era-nya.

Museum yang diresmikan tahun 1974 oleh Gubernur Ali Sadikin ini, sekarang tentunya sudah mengalami perubahan dari masa sebelumnya. Museum ini biasanya selalu ramai pengunjung pada hari libur seperti Sabtu Minggu. Dengan luas 13.000 meter persegi terlihat beragam aktivitas disini, seperti mengelilingi kota tua dengan sepeda ontel, penjaja makanan, pasangan muda mudi yang sedang kasmaran serta pecinta photography sedang mengabadikan kota tua lewat lensa kamera. Nampak mereka sangat menikmati suasana Kota Tua yang selalu membuat orang akan kembali lagi mengunjunginya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Wajah Jakarta Tempo Doeloe, Masih Ada Sampai Sekarang!"

Posting Komentar