Fakta Penting Xinjiang, Daerah China yang Kebanyakan Muslim



Xinjiang atau biasa dieja dengan Sinkiang, adalah daerah otonom di Cina barat yang beribukota Urumqi yang juga kota terbesar di otonomi tersebut. Kota-kota besar lainnya seperi, Changji, Hami, Karamay, Korla, dan Shihezi.

Darerah Xinjiang termasuk daerah terpencil dengan penduduknya jarang, mendiami gurun dan pegunungan. Wilayah ini mencakup sekitar 17 persen dari daratan Cina, tetapi hanya sekitar 1,5 persen dari penduduknya. Xinjiang adalah salah satu dari lima daerah otonomi di Cina. Pemerintah Cina menciptakan daerah otonom untuk kelompok minoritas terbesar di Cina. Daerah otonom beroperasi di bawah pemerintah China, tetapi mereka juga mempunyai kewenangan tambahan untuk mengesahkan undang-undang yang berkaitan dengan urusan kelompok etnis diwilayah otonomnya.

Xinjiang memiliki sekitar 20 juta orang dan lebih dari 40 kelompok etnis yang berbeda. Etnis terbesar di sini adalah Uyghur, yakni orang Muslim berbahasa Turki yang menguasai lebih dari 45 persen penduduk Xinjiang. Disusul kemudian orang Han dengan populasi sekitar 40 persen. Kelompok-kelompok lain termasuk orang Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongol, dan Uzbekistan, serta Hui (Muslim China). Kepala agama Xinjiang adalah Islam.

Xinjiang banyak menggantungkan perekonomian dari pertanian dan peternakan. Anda juga sedikit industri seperti logam, dan tekstil. Serta dari pertambangan seperti batubara, emas, bijih besi, timah, dan seng.

Xinjiang berada di Silk Road, sebuah jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Timur Tengah dan Eropa dengan China. China pertama memerintah Xinjiang selama dinasti Han (206 SM - 220 M) dan kemudian selama dinasti Tang (618-907). Setelah sempat di pimpin oleh orang Uyghur dan Mongol, Cina menguasai kembali Xinjiang selama dinasti Qing (1644-1912) dan membuat provinsi pada tahun 1884. Pada tahun 1955, menjadi Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Fakta Penting Xinjiang, Daerah China yang Kebanyakan Muslim"

Posting Komentar