Joko Widodo dan SBY: Pada Waktu yang Sama Ditempat dan Kehidupan Berbeda



Tidak ada yang tahu pasti bagaimana dua pria merasa akan melalui hari Selasa mereka, 11 Nov 2014. Salah satunya adalah Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang berada di pertemuan tahunan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di Beijing. Dan yang lain adalah pendahulunya, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang baru saja mengakhiri kunjungannya ke Bandung di Jawa Barat.

Jokowi - Menjadi Magnet Media
Di Beijing, 11 November 2014 adalah hari yang sibuk bagi Jokowi. Hari itu adalah hari kedua dari dua hari pertemuan APEC Summit, kepala negara dan perdana menteri bergiliran untuk menyampaikan pidato mereka. Jokowi telah melakukan sehari sebelumnya.

Setelah resmi mengambil alih dari SBY sebagai presiden kurang dari sebulan lalu, Jokowi menjadi bintang media di pertemuan APEC di Beijing. Kehadirannya memikat media dan peserta APEC karena kunjungan ke ibukota Cina itu merupakan kali pertamanya di luar negeri sebagai presiden negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia ini. Cerita tentang bagaimana dia menjadi presiden dari latar belakang yang sederhana itu menarik bagi banyak orang.

The Wall Street Journal online edisi 11 November menampilkan serangkaian gambar Jokowi, menggambarkan dia dan istrinya Iriana tiba di bandara Beijing dan aktivitasnya selama KTT APEC. Media besar tersebut juga melakukan liputan secara khusus tentang Jokowi selama KTT.


SBY - Dihentikan Fans
Sementara itu, di Indonesia pada hari yang sama, cerita lain beredar luas melalui situs-situs berita dan media sosial. Tentang mantan presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sedang dikejar oleh seorang pria bersepeda motor di luar Bandung Jawa Barat.

Pria itu ternyata salah satu fans Soesilo, seperti dikatakan Ani Yudhoyono di Instagram dan Facebook suaminya, Kompas.com melaporkan.

Berikut ini adalah kisah Ani:
Ani dan Soesilo mengendarai mobil kembali ke Jakarta setelah kunjungan pribadi ke Bandung. Ketika mendekati gerbang jalan tol di luar ibukota Jawa Barat, mereka menyadari bahwa seorang pria mengendarai sepeda motor mengikuti mereka. Dia tampak ingin berbicara dengan mereka.

"Ini belum pernah terjadi kepada kami. Di masa lalu, penjaga anti-teror dari Paspampres selalu ada di sebelah kiri dan sebelah kanan kami, "kata Ani.

Menjadi penasaran dan mengikuti naluri militer, jenderal purnawirawan Soesilo meminta sopir untuk menghentikan kendaraan mereka dan kemudian menurunkan kaca jendelanya. Sopir sepeda motor tiba dan kemudian berkata kepada Yudhoyono: ". Pak SBY, saya ingin berfoto dengan Anda"

Soesilo menolak permintaan pemuda itu dengan alasan bahwa hal tersebut akan menghambat lalu lintas. Dia menjawab, "Saya mohon Pak SBY. Saya sudah menunggu Anda di hotel dari pukul 7 pagi. Saya tidak tahu bahwa Anda telah pergi. "

Soesilo kasihan pada orang yang mengatakan bahwa ia adalah anak seorang profesor di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia kemudian menyarankan untuk menunggu di dekatnya gerbang tol. Dan Timotius, Yudhoyono dan Ani berpose untuk foto bersama. Timothy tampak begitu bahagia dan bangga. Hari berikutnya Ani memposting gambar mereka dengan Timotius di akun Instagram-nya dan Facebook suaminya.

Ani dan Soesilo sekarang banyak menghabiskan waktu bersama, beramah tamah. Mungkin Soesilo akan sudah tidak bisa menghadiri dan melihat KTT APEC, dimana dulu selama 10 tahun menjadi presiden selalu diikutinya. Namun, pertemuan yang tidak biasa dengan Timothy di jalan dapat mengingatkannya bahwa ada banyak kehidupan dan kebahagian yang lebih baik daripada ketika di atas. (kredit: globalindonesianvoices.com)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Joko Widodo dan SBY: Pada Waktu yang Sama Ditempat dan Kehidupan Berbeda"

Posting Komentar