Pertanian Modern untuk Mencegah Urbanisasi yang Tidak Perlu



Kesalahpahaman bahwa hidup selalu lebih baik di kota masih berlaku di Indonesia. Kota-kota besar, seperti Jakarta, masih menjadi tempat untuk mencari pekerjaan dan menggantungkan hidup, orang disesatkan dengan pola pikir bahwa setiap penghuni kota harus memiliki standar hidup yang jauh lebih baik daripada desa. Keinginan kuat untuk menaikan derajat perekonomi membuat mereka berbondong-bondong ke belantara kota. Namun setelah mereka tiba di Jakarta, mereka dihadapkan dengan kenyataan pahit: hidup sangat mahal sementara uang sangat sulit didapatkan dan lapangan pekerjaan merupakan hal yang langka.

Urbanisasi merupakan fenomena di seluruh dunia yang kompleks dan sangat merajalela terutama di negara-negara Dunia Ketiga. Mengatasi tantangan ini membutuhkan perumusan kebijakan yang komprehensif yang melibatkan semua sektor. Urbanisasi tidak hanya hasil dari pembangunan yang timpang, tetapi juga potret kerawanan sosial. Selain itu, jika dibiarkan tidak terkendali, hal itu dapat menyebabkan kelangkaan pangan karena karena semakin banyak orang meninggalkan pekerjaan pertanian mereka, kapasitas produksi akan terpengaruh juga.

Pada pertengahan abad, hanya 17,8 persen dari populasi negara-negara Dunia Ketiga yangtinggal di kota-kota. Pada tahun 2000, jumlahnya sudah meningkat menjadi lebih dari 40 persen. Pada tahun 2030, hampir 60 persen telah tinggal di kota-kota. Dunia akan menjadi mayoritas perkotaan dalam waktu kurang dari dua dekade.

Urbanisasi di negara-negara Dunia Ketiga pada umumnya didorong oleh kelebihan penduduk di desa yang tidak disertai dengan pembukaan lahan pertanian baru. Petani tidak memiliki lahan yang cukup untuk menghasilkan tanaman pertanian. Tidak ada modernisasi yang tepat pada pertanian di desa-desa. Petani masih mengerjakan cara tradisional.

Pertanian Modern adalah Solusinya

Penduduk desa tidak akan pernah berpikir untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka jika pertanian mereka memberikan harapan. Pemerintah perlu merespon dengan modernisasi pertanian. Petani harus menjadi aktor utama pertanian. Mereka harus diundang untuk mengambil bagian dalam modernisasi pertanian, menerapkan teknologi modern dengan skala besar dalam pertanian sehingga mereka dapat beralih dari metode mereka saat ini yakni cara tradisional.

Modernisasi pertanian menyebabkan peningkatan hasil pangan. Peningkatan produksi pertanian berarti akan ada peningkatan pendapatan petani juga. Ini akan membuat petani merasa lebih percaya diri dalam menghadapi masa depan mereka. Pemerintah dapat membuat hal ini terjadi dengan, misalnya, pemanfaatan energi baik irigasi dan distribusi pupuk.

Modernisasi pertanian juga dapat dilakukan dengan pengenalan benih varietas unggul untuk beberapa tanaman utama. Pemerintah perlu memfasilitasi petani sehingga mereka dapat meninggalkan cara pertanian tradisional dan pindah ke mekanisasi. Petani juga membutuhkan informasi yang adil tentang komoditas harga pasar. Mereka memiliki hak untuk menerima informasi cuaca untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.

Sebuah pertanian yang solid dan kuat akan menanamkan paradigma baru di kalangan petani. Mereka tidak akan pernah berpikir tentang pindah ke kota lagi. Petani justru akan terus mengejar kekayaan dan kebahagiaan di tanah mereka sendiri. Dalam jangka panjang, keamanan pangan akan dibentuk dan Indonesia akan mengurangi ketergantungan pada negara-negara lain. (kredit: Globalindonesianvoices.com)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pertanian Modern untuk Mencegah Urbanisasi yang Tidak Perlu"

Posting Komentar