5 Tokoh KW Yang Setuju Pemulangan Eks-ISIS



Isu bergulirnya pemulangan 600 kombatan ISIS di Suriah yang pertama kali didengungkan oleh menag Fachrul Razi udah kadung menyebar seantero negeri. Membuat pro kontra yang terus hangat.
Belakangan menag asal militer itu ngeles bahwa semua itu bukan berasal dari omongannya.  Setelah Jokowi mengeluarkan pernyatan bahwa ia menolak para kombatan ISIS itu dipulangkan.

Tentara ISIS

Berikut ini 5 tokoh yang setuju jika kombatan ISIS dipulangkan ke Indonesia.

1.    Fachrul Razi
Dilansir Dari Tempo, Menteri Agama Fachrul Razi menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memulangkan 600 warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah.

"Badan Penanggulangan Terorisme dalam waktu dekat akan memulangkan 600 orang yang sekarang tersesat di ISIS di Timur Tengah," kata Fachrul dalam sambutannya di acara deklarasi Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima di Ballroom Discovery Ancol Hotel, Taman Impian Jaya Ancol pada Sabtu, 1 Februari 2020.

"Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan akan dikembalikan ke Indonesia," ujarnya.

Dalam sambutan itu, Fachrul mengatakan, merupakan sebuah kewajiban bagi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan membina mereka ketika pulang ke Indonesia.
Jadi menurut menteri agama yang satu ini kita sebagai masyarakat wajib mengawasi dan membina mereka. Setibanya di Indonesia. Gak salah pak? Ini teroris lho pak?

Bahkan seperti dilansir Detik, Setelah mereka dipulangkan, Menag ingin eks ISIS ini dipekerjakan.
Gak sekalian saja diberi rumah pak? mobil, motor trus digaji bulanan plus pensiun pak Menag?
Bener-bener ngaco nih. (sumber)


2.    Prabowo Subianto
Berlanjut ke Prabowo, Menteri Pertahanan ini ‎tidak mempermasalahkan pemulangan WNI eks ISIS.

Namun katanya rencana pemulangan tersebut harus diteliti dulu oleh lembaga yang berwenang
Ia menyebut, meneliti pemulangan WNI eks ISIS merupakan tugas Badan Intelijen Negara (BIN) dan kepolisian.

Prabowo ingin dipilah antara yang hanya karena ikut-ikutan dengan yang  tidak. Dan BIN serta Polri harus benar-benar meneliti hal ini.

Jika benar bisa memilah, bagaimana tingkat ke akurasiannya, pak? Dan bagaimana jika gagal? Rakyat sendiri yang benar-benar cinta NKRI yang akan jadi korban lho, pak.

Tapi ya kita harap maklum dengan pemikiran Prabowo ini, secara selama pilpres kemarin dia dekat dengan kaum mabok agama, seperti HTI dan gerombolan bendera hitam putih lainnya. (sumber)


3.    Fadli Zon (Gerindra)
Fadli zon, kalau tokoh inisih sudah gampang ditebak. Pasti kontroversi, cenderung ngomong ngawur. Tokoh utama dalam dunia perbacotan.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengkritik sikap Presiden Joko Widodo yang tak mau memulangkan ratusan WNI eks simpatisan ISIS.

Fadli menilai bagaimanapun juga seluruh 660 eks simpatisan ISIS tersebut masih berstatus sebagai WNI. Ia mengatakan justru banyak di antara mereka menjadi korban dan tak tahu yang terjadi dengan kondisi sebenarnya saat bergabung dengan ISIS.

"Kita harus mengambil satu kajian lihat satu persatu persoalan seperti apa. Ini kan 660-an, ada juga mereka korban. Ada anak-anak dibawa, mereka tak tahu apa yg terjadi disana," kata Fadli di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis (6/2).

Zon, gampang aja kamu ngomong agar pemerintah mengembalikan para eks-ISIS sekaligus mengkritik Jokowi yang tidak mau memulangkan. Karena ketika mereka dipulangkan dan disini nanti mereka membuat onar, Toh kamu juga akan menyalahkan pemerintahan lagi.

Apa kamu mau menjamin mereka tidak akan membuat gaduh? Dan bentuk jaminannya seperti apa?
Katakanlah, kamu menjamin. Terus mereka melakukan tindakan teror yang mengakibatkan nyawa melayang. Bentuk jaminannya yang bagaimana, apa nyawa korban akan ditukar dengan nyawa kamu? Tidak akan ada yang bisa mengobati kesedihan dari kehilangan nyawa keluarga.

Dan bagi kamu, Zon. Jokowi mau ini atau itu, dimata kamu selalu salah.
(sumber)


4.    Mardani Ali Sera (PKS)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta pemerintah mempersiapkan secara matang rencana pemulangan 600 WNI mantan simpatisan ISIS dari Timur Tengah ke Indonesia. Proses pemulangan ratusan WNI itu harus dilakukan secara teratur.

"Mereka WNI. Dipulangkan dengan penanganan yang rapi," kata Mardani saat dihubungi merdeka.com, Rabu, 5 Februari 2020.

Mardani juga meminta pemerintah membentuk gugus tugas lintas kementerian untuk menangani WNI mantan pengikut ISIS itu. Penanganan eks kombatan ISIS tidak hanya dari segi agama tapi ekonomi dan sosial.

"Ada gugus tugas yang dibentuk lintas kementerian untuk menangani mereka baik secara ekonomi, sosial dan keagamaan. Bisa diregistrasi dan dilakukan moderasi," ujar Mardani.

Enak bener Mardani kalau ngomong, nyuruh pemerintah membentuk gugus tugas lintas kementrian. Nyuruh pemerintah ini itu, dia nya sendiri cuma bisa nyinyir.

Tahu sendiri kan, selama ini di mata Mardani pemerintah Indonesia tidak ada bagus-bagusnya. Kena bom bunuh diri baru tahu rasa kau Mardani.

Mardani membandingkan dengan WNI di Wuhan yang dijemput pemerintah karena ancaman virus Corona, Mardani juga ingin pemerintah hadir untuk para eks ISIS ini.

Jadi menurut Mardani, pemerintah juga harus menjebut mereka. Menjemput orang yang menganggap Indonesia sebagai thogut? (sumber)


5.    Hinca Panjaitan (Demokrat)
Anggota Komisi III DPR dari fraksi Partai Demokrat Hinca Panjaitan mendukung langkah pemulangan.

“Sebagai sebuah state (negara), maka siapa pun yang masih berstatus sebagai Warga Negara Indonesia itu wajib diterima di Tanah Air ini,” kata Hinca kepada Merdeka, Rabu (5/1/2020).

Meski mendukung, Hinca memberi catatan khusus bagi pemerintah jika ingin memulangkan WNI eks simpatisan ISIS. Intelijen pemerintah harus mampu melakukan threat assesment pada setiap WNI yang kembali. Ini guna mengukur tingkat radikal dari setiap WNI eks kombatan ISIS itu. Ini untuk prosedur penanganan.

Hinca tak sependapat bila ada yang menolak WNI mantan simpatisan ISIS kembali ke Tanah Air. Apalagi jika ada yang menolak dengan alasan mengikuti kebijakan negara lain seperti Inggris dan Prancis. Menurut Hinca, geopolitik setiap negara berbeda-beda. (sumber)

Itulah beberapa tokoh kaleng-kaleng yang sok melihat sisi kemanusiaan terdahap eks ISIS. Sepertinya mereka juga perlu diingatkan sisi kemanusiaan dari para korban kekejaman ISIS. Enteng saja ngomong untuk memulangkan karena mereka belum menjadi korban.

Sejatinya yang disampaikan oleh para tokoh diatas, semua Cuma bacot. Karena kita yakin jika Pemerintah mengembalikan eks-ISIS atas saran mereka, dan ternyata setelah kembali malah mereka meneror, saya yakin mereka juga dengan enteng menyalahkan pemerintah.

Ada kesamaan pemikiran dari mereka yang setuju memulangkan eks-ISIS ini. Yakni menganggap mereka masih WNI. Padahal sejatinya mereka sudah bukan lagi WNI Seperti yang dituturkan Menkopolhukam Mahfud MD.

Merujuk pada UU Nomor 12 Tahun 2006  tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam Pasal 23 f, dijelaskan bahwa WNI yang mengikrarkan diri untuk setia terhadap negara lain akan kehilangan kewarganegaraannya.

Selain konsekuensi keamanan, dari sisi teknis penangannya pemerintah juga harus membuat program baru untuk mereka, seperti membina dan terus mengawasi. Masak pemerintah nanti harus membangun departemen baru hanya untuk mereka. Untuk para teroris.

Padahal jika eks-ISIS itu tetap disana, pemerintah tidak perlu repot ini dan itu.
Lagian ini pemerintah udah kayak sempurna aja dalam memberi kenyamanan warganya. Sok-sokan mepertaruhkan keamanaan. Urusin saja dulu lebih dari 250 juta jiwa yang masih cinta NKRI, daripada 600 orang jelas-jelas menganggap Indonesia sebagai negara Thogut.

Opini: Alamsyah

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "5 Tokoh KW Yang Setuju Pemulangan Eks-ISIS"

Posting Komentar