Buah Karya Akal Adalah Kebudayaan

Dalam islam disebutkan, bahwa agama itu hanya untuk orang yang berakal ( QS Ar Ra’d [ 13 ] : 19).

Artinya kalau fungsi akal tidak ada, orang itu tidak perlu agama. Fungsi akal itu hanya ada, apabila logika jalan dengan dasar dialektika. Dengan demikian, membebaskan ilmu pengetahuan untuk mencapai potensialitas yang sebenarnya.



Logika gaib, seharusnya dilawan dengan logika yang sebenarnya. Agama bukan tujuan, tetapi hanya metodelogi mendekati Tuhan.

Memang kearifan dan kecerdasan para ulama tempo dulu, dalam memperkenalkan islam di Indonesia sangat luar biasa. Budaya keseharian yang sudah menyatu dengan Hindu dan Animisme, dimodifikasi oleh para ulama tersebut agar sesuai dengan nilai nilai islam, tanpa menghilangkan budaya itu sendiri.

Itulah sebabnya, walau ketika itu yang berkuasa adalah raja Majapahit yang Hindu, namun Majapahit tidak melihat Islam sebagai ancaman. Karena itu, islam cepat menyebar ke seluruh pelosok negeri ini, sehingga jadilah islam yang bernuansa Indonesia.

Aqidah itu tertanam dalam diri umat Islam saat itu, dan mereka malu bila melanggar. Karena, malu itu adalah salah satu bagian dari esensi iman islam itu sendiri.

350 Tahun Indonesia dijajah oleh Belanda, dan selama itu kaum misionaris Kristen juga terlibat aktif menyebarkan agamanya di Indonesia.
Tapi, apakah selama 350 tahun itu mayoritas orang Indonesia pindah agamanya ke kristen atau katholik? Tidak juga kan.

Keberadaan islam sebagai agama di Indonesia, tetap di hati rakyat.
Mengapa?
Karena islam yang diperkenalkan oleh para ulama tempo dulu melalui perkawinan kebudayaan, sehingga sangat sulit bagi mereka untuk pindah agama.

Makanya jangan kaget.., bila para pendiri negara kita menyebut Indonesia dengan sebutan yang sangat mesra dan sakral.
Apa itu?
Yaitu Ibu Pertiwi
Karena bagi budaya Indonesia, mencintai Ibu adalah sama dengan mencintai Tuhan.
Dan Tuhan berkata, bahwa sorga itu ada di bawah telapak kaki ibu; suatu perpaduan yang luar biasa.

Kehebatan Soekarno dan Hatta bersama para pendiri negara ini, membuat Indonesia merdeka karena kepiawaian mereka menggunakan emosi budaya yang diawali dengan sumpah pemuda, bukan sumpah syariah islam.

Kemerdekaan kita, bukan karena bersatunya Kesultanan Islam di Indonesia atas dasar perjuangan syariah.

Justru kalahnya Kesultanan Islam di hadapan Belanda, karena mereka gagal merebut hati rakyat untuk bersatu.

Tapi seorang Soekarno bersama sahabatnya yang tanpa tahta dan gelar kebangsawanan, mampu merebut kemerdekaan dari kolonial Belanda.

Mengapa?

Karena mereka mengenal budaya Indonesia dengan baik, dan merebut hati rakyat melalui budaya itu.

Maka pada saat itu, rakyat dari berbagai golongan, agama, dan suku; bersatu dalam satu barisan menuju perang rakyat semesta mengusir penjajah.

Jadi, kalau ada orang anti budaya Indonesia dan berusaha memisahkan budaya dan agama, itu artinya dia sedang berusaha menghancurkan persatuan Indonesia dan komunitas islam.

Dalam sejarah paska kemerdekaan, setiap ada pemberontakan termasuk dari golongan agama sekalipun, selalu gagal.

Itu karena Pancasila sebagai alat persatuan, adalah kebudayaan yang mengikat semua orang Indonesia.

Jadi Pancasila, adalah azimat bangsa kita yang tak tergantikan..

Sumber: Buyung Kaneka Waluya

0 Response to "Buah Karya Akal Adalah Kebudayaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel