DIDU OH DIDU

Wahai pecatan yang selalu gagal paham dalam melihat realitas, dan jadul cara berfikirnya, hingga hanya bisa nyinyir tanpa pernah berkontribusi nyata untuk negara...



Tak heran kalau Anda harus dipecat karena yang kerja lebih banyak mulutnya ketimbang yang semestinya. Ya seperti halnya rombongan pecatan lainnya yang dulu cuma bikin gaduh atau nggak bisa kerja, tapi saat dipecat pada sakit hati, lalu mulutnya jadi pada sibuk nyinyir yang sama sekali tiada isi.

Baca baik-baik ya tuan Didu: "Jika banyak murid yang tak lulus ujian, biasanya gurunya yang salah, itu bisa saja benar, walau nyaris nggak ada dalam satu sekolah yang tidak lulus itu lebih banyak ketimbang yang lulusnya."

Biasanya yang tidak lulus itu hanya satu dua orang saja, itu pun karena muridnya bandel, malas, lebih banyak ngomongnya, ketimbang rajin belajarnya. Sangat mungkin juga karena kerap korupsi waktu dengan cara bolos atau kabur saat jam belajar berlangsung.

Tapi yang lebih parah itu kalau sudah bisa lulus sekolah yang tinggi dan tinggiiiii sekali, tapi tak bisa kerja. Nah itu bukan salah mandornya bro.

Kalau mandor marah, itu artinya karena sang mandor justru sangat tahu dan paham akan pekerjaannya, dan selalu mengawasi kinerja serta hasilnya. Jadi kalau ada 'Tukang' yang salah atau tidak sesuai perintah mandor seperti halnya Anda, wajar saja mandor marah dan memintanya untuk memperbaiki kinerja. Kalau juga tak berubah, ya dipecat..!

Memangnya tugas mandor itu hanya duduk manis terus nunggu laporan yang baik-baik saja? ABS gitu maksudnya? Ingat bro, proses hukum masih berlanjut lo. Itu akibat mulutmu yang nggak bisa dijaga. Bukan karena kinerja yang mentereng.. halloooo....

ah dipanggil Polisi aja sempat nggak datang kan? Segitunya masih mau sok kritis..

Didu oh Didu...

By: Wahyu Sutono

0 Response to "DIDU OH DIDU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel