IJAZAH PALSUUU!!!

Kadang, teriakan harus kita lakukan. Penting? Sulit membedakan mana penting dan tidaknya sebuah perkara hari ini. Semua berbalut kepalsuan, berbalut kemunafikan dan kita nyaman.

Putih hari ini tak seperti saat ibu kita dulu menanamkan kebaikan dengan cinta. Tatapan dan cara berbicaranya tak terikat dogma yang membingungkan. Kebaikan dan cinta seolah mengalir tiada pernah berhenti. Alamiah, tanpa sekat.

Putih hari ini, palsu!

Mulut berkata apa, tindakan belok kemana, dan kita enjoy. Entahlah..,ada apa dengan kita?

Palsu, imitasi, pura-pura, seolah sudah kita terima. Ga ada yang salah dengan hal itu, yang penting, tujuan kita sampai. Siapa terinjak, tak penting selama kita nyaman.

Sikap hati palsu bahkan ijasah palsupun tak lagi menjadi masalah bila yang melakukan adalah mereka yang memiliki kuota atas kebenaran.

Kuota kebenaran unlimit dimiliki segelintir manusia elit negeri ini. Hari ini dia gila, besok minta maaf, selesai sudah. Itu adalah tentang kuota kebenaran tanpa batas yang secara eksklusif dimiliki.

Kita?

Jangankan salah, bener saja, bila mereka bilang kita salah, kebenaran unlimit mereka mampu memberikan veto. Kita, masyarakat biasa, adalah kelas kiliran atau sudra. Tak ada kebenaran layak didengar dari sudra.



MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama dan cendekiawan Islam. Lembaga itu bertugas untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia.

Pantaskah pemalsu ijasah membimbing, membina dan mengayomi umat? Mbuh...! Itu perkara mudah untuk dijawab. Bukan jawaban yang dibutuhkan atas pertanyaan itu, namun relevankah pertanyaan itu?

Fungsi pokok yang lain dari MUI yaitu mewujudkan masyarakat yang berkualitas (Khoirul Ummah). Disana negara yang aman, damai, adil makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah SWT akan dapat diwujudkan.

Bagaimana ada kualitas dapat dibangun dengan memalsukan ijasah, harusnya menjadi concern kita. Ijasah adalah salah satu ukuran kualitas seseorang dilihat. Jadi, tak perlu diperpanjang kan? Sudah jelas kan?

Namun, veto akan muncul. Kuota kebenaran tak terbatas yang mereka miliki, sekali lagi adalah gada sakti pemukul kemungkaran versi terbaru mereka yakni, gak mau tahu, yang penting saya benar.

Apakah si pemalsu ijasah harus mundur?

Mundur bukan budaya kita, makan tempe tiga diwarung mpok Imah, bayarnya dua, itu budaya baru kita.

Ya...,memang menyedihkan, namun itulah hari-hari kita. Gelombang dan arus besar cara baru kita bermasyarakat, dengan mudah telah menarik kita menuju kemunafikan.

Dengan mudah kita terseret karena kita lupa siapa kita, lupa siapa ibu kita. Kita tak lagi berakar pada keluhuran budaya bangsa kita. Kita telah menjadi makhluk asing.

"Iya, tapi bagaimana dengan si pemalsu ijasah itu?

Dulu, ada yang pernah ngaku lebih jendral dari yang jendral, lebih TNI dari TNI. Sepertinya kita harus bertanya kepada yang lebih mengenal Tuhan daripada Tuhan sendiri, siapa?

Yang jelas bukan Paimo, apalagi Paijo.

Sumber: Karto Bugel

0 Response to "IJAZAH PALSUUU!!!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel