Ngabalin Sentil Telak MUI yang Ancam Demo Soal RUU HIP

UU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) sedang mendapatkan protes oleh berbagai pihak. Bahkan beberapa kelompok sudah melakukan aksi demo penolakan meski pandemi corona masih ada.

MUI adalah salah satu yang paling keras melakukan penolakan.

MUI meminta pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan RUU ini. Dan jika DPR dan pemerintah bersikeras melanjutkan pembahasan, MUI akan melakukan pertemuan untuk menggelar aksi yang disebut almasirah kubro. Dalam pertemuan tersebut, MUI akan mencari pemimpin aksi yang secara akal dan jasmani kuat. "Harus fisiknya kuat, bisa menjadi panglima, kalau dulu ada 212 tapi ini berbeda. Kita skalanya nasional, bukan skala DKI Jakarta," kata Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi.

Agak bingung dengan sikap MUI ini. Kenapa organisasi ini terkesan ingin bermain politik? Apakah tidak cukup puas MUI melalui fatwa dan sikapnya telah menyebabkan terjadinya demo 212 berjilid-jilid hingga munculnya ormas PA 212 yang suka bikin gaduh hingga sekarang? Apalagi sekarang sedang masa pandemi, inisiasi demo yang berpotensi menyebarkan wabah corona sangatlah tidak etis bagi organisasi sebesar MUI. Kalau memang mau menentang, bisa gunakan jalur konstitusi ketimbang demo. Ancaman mengerahkan massa adalah cara pengecut apalagi menggunakan bumbu agama.

Selain itu, MUI juga mengeluarkan statement tendensius yang memojokkan Ma'ruf Amin selaku Wakil Presiden RI. MUI sedih Ma'ruf Amin mengikuti arahan Presiden Jokowi terkait polemik RUU HIP. Ma'ruf Amin dinilainya harus tunduk karena menjabat wakil presiden. "Yang kita sangat sedihkan Ketua Umum nonaktif kita diminta oleh Presiden Jokowi untuk mengundang tokoh-tokoh ormas Islam, untuk menenangkan mungkin," kata Junaidi.

Pernyataan di atas sangat disayangkan keluar dari mulut MUI. Maunya Ma'ruf Amin ikut membangkang dan membuat kisruh dengan presiden?

Bukannya memberikan statement yang menyejukkan, malah bernada kontroversi dan menghasut. Organisasi yang katanya berisi ulama kok bicara soal demo besar. Ini sudah melenceng sekali.



Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin meminta MUI menggunakan logikanya terkait tuntutannya kepada pemerintah. "Di mana otaknya? Yang bikin itu DPR tapi kita disuruh cabut, di mana logikanya?" kata Ngabalin.

Dia mengatakan pemerintahan Presiden Jokowi tidak memiliki kepentingan dengan RUU HIP. RUU dirancang dan diinisiasi oleh DPR.

"Lalu apa urusannya dengan pemerintah?" ucapnya.

Ngabalin juga mengatakan, pemerintah sebelumnya tak pernah berpikir RUU ini bakal dibahas di DPR. "Mau bikin apa dengan RUU itu? Karena kita tidak pernah berpikir tentang RUU itu, nggak pernah," katanya.

Secara regulasi, memang usulan pembuatan UU itu dari pemerintah dan DPR. Tapi, Ngabalin mengatakan, RUU HIP murni inisiasi Senayan. "DPR yang punya hajatan," katanya.

Ini sama seperti yang dikatakan oleh Menko Polhukam Mahfud MD saat RUU HIP ini disindir oleh Fadli Zon. Mahfud mengatakan, RUU ini diinisiasi oleh DPR termasuk Gerindra.

Dan perlu pembaca ingat, dari banyaknya narasi yang berkembang, hanya PDIP yang mendapat getah paling banyak. Seolah PDIP yang paling disalahkan. PDIP sendiri sudah menyentil fraksi lain yang seolah buang badan saat RUU ini menjadi polemik.

Apakah RUU ini sengaja digaungkan sebagai perangkap untuk menjebak pemerintahan Jokowi? Seperti kita ketahui, sekarang ini, kelompok oposisi, pembenci Jokowi dan juga kadrun selalu menyalahkan Jokowi tidak peduli apa pun isunya. Meski Jokowi tidak tahu apa pun, tidak terlibat, tetap saja ujung-ujungnya Jokowi jadi kambing hitam. Ini SOP yang terstruktur dan sistematis.

Ngabalin juga menegaskan pemerintah sudah mengembalikan RUU HIP itu kepada DPR. Apakah DPR mau membatalkan atau meneruskan pembahasannya, semuanya ada di tangan DPR. "Yang jelas, rakyat menolak total itu barang, jadi kalau DPR mau, batalkan saja itu RUU," katanya.

Pengerahan massa sudah menjadi semacam tren yang dipakai oleh kelompok yang ingin hasil instan dalam melakukan pendekatan atau pemaksaan kepada pemerintah, padahal ada jalur gugatan hukum ke MK atau sejenisnya. Demo lebih disukai. Demo buat lobi, kalau masih belum puas, demo hingga rusuh.

Mirisnya negeri ini. Menolak sesuatu selalu pakai cara demo. Ini sama saja dengan pemaksaan terselebung. Kapan majunya negara ini?
Sumber: Xhardy (seword.com)
I Like Your Style, Ngabalin Sentil Telak MUI Soal RUU HIP

0 Response to "Ngabalin Sentil Telak MUI yang Ancam Demo Soal RUU HIP"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel