ISIS DAN PERBUDAKAN PEREMPUAN

Perbudakan menjadi hal yang sangat dilazimkan di negara dibawah kekuasaan ISIS. Kodrat perempuan sama sekali tidak ada artinya. Perempuan dijual sebagai budak seks seperti barang dagangan di pasar-pasar.



2016 lalu, gadis berusia 9 tahun dari Yazidi hamil setelah diperkosa 10 orang tentara ISIS dengan sangat biadab. Gadis itu terus-terusan menangis dan merintih. Ia dibebaskan bersama 200 perempuan dan anak-anak lain. Beberapa banyak dari mereka memiliki nasib sama, menjadi korban perkosaan tentara ISIS.

ISIS juga pernah membunuh lebih dari 250 perempuan yang enggan menjadi budak seks mereka. Lebih dari 500 perempuan yang pernah berhadapan dengan ISIS mengaku dirinya pernah mengalami pelecehan seksual oleh tentara ISIS.

Selain berisi orang-orang hyperseks, ISIS juga berisi orang-orang pedofil dimana anak-anak usia belia menjadi target buas nafsu seks mereka. Padahal, usia belia harusnya dilindungi sebagai berlian yang berharga.

Tiada hari tanpa berbicara perempuan dan seks, begitu kesaksian seorang mantan returned ISIS asal Indonesia yang pulang pada tahun 2017 lalu. Ia pernah satu kamp dengan perempuan-perempuan jihadis ISIS. Bahkan dirinya pernah ditawari menjadi istri salah seorang tentara ISIS. Beruntungnya ia menolak keras ajakan tersebut.

Sebuah kesalahan besar jika di Indonesia, sebagian dari kita berkiblat kepada negara khilafah ala ISIS. Tidak ada kebaikan dan kemanfaatan yang didapat selain hanya peperangan dan perbudakan. Perempuan tidak punya hak untuk merdeka, tidak seperti laki-laki yang bebas kesana kemari. Pun, pakaian perempuan harus selalu tertutup dan gelap. Jika tidak, maka tentara ISIS akan menghukumnya dengan hukum cambuk.

Lalu sebagian dari kita masih mempercayai janji-janji manis khilafah yang diteriakan oleh simpatisan dan jaringan ISIS di Indonesia? BULLSHITS!

By: Vinanda Febriani

0 Response to "ISIS DAN PERBUDAKAN PEREMPUAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel