PESTA TIKUSPUN BERAKHIR

Baru di masa pemerintahan presiden Jokowi,negara asing tidak boleh mengimpor bahan mentah untuk di olah di negaranya.

Mereka di wajibkan membangun smelter di dalam negeri,imbasnya akan banyak tenaga kerja lokal yang terserap,ketika terdapat kawasan industri baru di suatu daerah maka akan di ikuti pula dengan banyak bermunculan usaha pendukung yang pastinya melibatkan warga lokal juga.seperti warung makan,toko sembako,usaha kos-kosan dan banyak sekali usaha pendukung lainnya.



Jadi bisa dibayangkan betapa banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan sebagai sebuah negara.jangan terus bicara hasil seperti yang sering di teriakkan kaum salawi,ini bukan kerja instan.ini kerja yang membutuhkan proses untuk menjadi negara yang maju dan berdaulat pastinya.

Bagaimana kita mengharapkan hasil yang instan ketika kebijakannya saja baru di terapkan.kita selama 32 tahun dibodohi oleh pemerintah orba saja hanya bisa diam dan terus saja di propaganda dengan istilah bapak pembangunan dan swasembada beras.

Bapak pembangunan yang mana ketika china bukan siapa-siapa,tol nya baru 0 KM kita sudah mempunyai tol jagorawi
Dan selama 40 th bentang tol kita masih 780 KM dan kini china mempunyai bentang jalan tol sepanjang 280.000 KM.

Bagaimana dengan swasembada beras ? ini lagi-lagi seperti mendengarkan cerita dongeng di mana faktanya mayoritas rakyat kita di masa orde baru kesulitan menikmati beras yang katanya swasembada beras.kalau ngga makan gaplek ya makan nasi aking,tivi pun harus berebut nonton karena termasuk barang langka demikian juga dengan penerangan.

Lucu jadinya ketika ada yang dibodohi kemudian menjadi sales orba
dan sebagian lainnya terlena dengan nostalgia khilafah yang katanya hidup serba mudah.
dongeng lagi ceritanya dan orang-orang pandirpun antri untuk menyerahkan secara sukarela untuk dibuat bodoh.

Negara satu dan lainnya itu saling terkoneksi,china dengan arab,turki dengan rusia begitu juga dengan amerika,negara-negara eropa dan lainnya.karena negara sebesar apapun tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya hubungan dengan negara lain.

Yang selama ini berteriak-teriak anti asing dan bangga jualan barang-barang perlengkapan haji coba di cek kebanyakan made in china, baik itu tasbih,sajadah,peci dll.masih mau teriak anti asing ?

Donald Thrump saja yg menyerukan anti china,order barang buat bahan kampanyenya ya ke china-china juga.

Ketika ada perusahaan asing yang TUNDUK dengan aturan pemerintahan presiden Jokowi itu tandanya kita tidak pro asing aseng dan oseng-oseng yang selama ini di teriakkan para kadrun.

Negara pro kesejahteraan rakyatnya .. !!!

Tunduk itu seperti halnya freeport selama puluhan tahun kita tidak berdaya di setir asing dengan memperoleh porsentase yang sangat kecil sekali dan itupun hanya di nikmati soeharto dan kroni-kroninya.

Ada investasi asing tentu perusahaan asing yang berinvestasi membawa tenaga kerjanya yang faham teknologi untuk kemudian di transfer ilmunya ke tenaga kerja lokal.polanya semuanya sama seperti itu.

Dulu china sebelum seperti sekarang ini juga memperoleh transfer ilmu dari negara-negara lain yg lebih maju.hasilnya sekarang mereka MANDIRI bahkan bisa melakukan inovasi dengan menciptakan teknologinya sendiri.

Jadi kalau ada kadrun ngomong ngasal bukannya kita mempunyai tenaga ahli yang bisa mentransfer ilmu ke pekerja lokal kita.bicara teknologi itu tidak bisa gampangan,karena mereka yang menciptakan teknologinya jadi mereka yang lebih faham dan menguasai teknologi itu sendiri.toh pada akhirnya akan ada transfer ilmu.

Apa ada masalah dengan datangnya perusahaan asing yang berinvestasi di negara kita ? pasti ada seperti halnya pengerukan juga penambangan pasir laut yang tanpa izin.

Aturan-aturan seperti itu seiring berjalannya waktu pemerintah akan membuat regulasi beserta aturan-aturannya itu hanya masalah waktu saja.

Jangan ada kadrun yang kemudian teriak-teriak kita di rugikan dengan adanya penambangan pasir laut yg tanpa izin.sekali lagi itu sudah menjadi tanggung-jawab pemerintah.

Terus kalian pada kemana ketika freeport di buat seperti LOBANG RAKSASA yang menganga dan kekayaan alamnya di keruk habis ? dan nyatanya kita sebagai rakyat tidak merasakannya. Sejahtera ? jauh dari sejahtera.bahkan lobang menganga itu tidak menyisakan arti terang buat rakyat papua.

Rakyat papua baru merasakan TERANG dan harga BBM SATU HARGA di era pemerintahan presiden Jokowi dan itu faktanya.

Seperti bunyi sila ke lima," Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia .. "

Kalau ada kerugian tetapi kerugian itu skalanya kecil dan bisa di atasi sedangkan keuntungan dengan diberlakukannya membangun smelter lebih besar maka itu yang akan di ambil pemerintahan Jokowi.

Yang pasti dengan adanya kebijakan ini para penyamun baik itu konglomerat tua sisa orba,pejabat korup,mafia proyek dan makelar hitam yang selama berpuluh-puluh tahun menikmati hasil dari kelakuan dajjalnya harus gigit jari.

Dan mereka inilah yang mengipasi dengan gelontoran fulusnya dan di pertengahan jalan seperti biasa ada penumpang gelap,siapa lagi kalau bukan bakul khilafah.

By Abe Zeed

0 Response to "PESTA TIKUSPUN BERAKHIR"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel